0
Tuesday 17 November 2020 - 03:18
Iran - Irak:

Komandan IRGC: AS Ingan Mendominasi Sumur Minyak Irak, Berusaha Memisahkan Bangsa dari Pemerintah

Story Code : 898223
Brigadier General Amir Ali Hajizadeh, the commander of the IRGC’s Aerospace Force.jpg
Brigadier General Amir Ali Hajizadeh, the commander of the IRGC’s Aerospace Force.jpg
Brigadir Jenderal Amir-Ali Hajizadeh, komandan divisi kedirgantaraan IRGC, membuat pernyataan itu dalam pertemuan hari Senin (16/11) dengan Menteri Pertahanan Irak yang berkunjung, Letnan Jenderal Juma Anad Saadoun Khattab.

Menyoroti pentingnya mengembangkan kerja sama pertahanan antara kedua negara tetangga, komandan Iran mengatakan penting bagi negara-negara kawasan untuk memperhatikan plot yang digagas oleh rezim teroris Amerika Serikat, terutama untuk Irak.

“Amerika Serikat selalu berusaha [untuk mendominasi] sumur minyak Irak dan memecah belah negara dan [ingin] menabur perselisihan antara rakyat negara ini dan pejabat [pemerintah],” kata Hajizadeh.

Dia mencatat bahwa IRGC dan Angkatan Darat Irak telah memiliki kerja sama yang menentukan dalam bidang pendidikan, operasional, dan penasihat dalam pertempuran melawan terorisme Daesh Takfiri di negara Arab.

"Republik Islam Iran telah menjadi teman bangsa Irak selama masa-masa sulit dan peduli dengan integritas negara ini dan [cara untuk membantunya] menjadi lebih kuat," kata komandan senior IRGC itu.

Dia lebih jauh menunjuk pada pembunuhan Letnan Jenderal Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds IRGC, dan rekan parit Iraknya Abu Mahdi al-Muhandis, wakil kepala Unit Mobilisasi Populer, bersama dengan rekan-rekan mereka oleh Amerika Serikat di Irak pada Januari lalu mengatakan Iran pasti akan membalas dendam terhadap para pelaku kesyahidan komandan anti-teror Iran.

Hajizadeh menambahkan bahwa negara Iran dan Irak tidak akan pernah lupa bahwa "teroris" Amerika Serikat telah membunuh Jenderal Soleimani dan pahlawan nasional Irak.

Teroris AS membunuh Jenderal Soleimani bersama Muhandis dan teman-temannya dengan menargetkan kendaraan mereka di luar Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari.

Tindakan teror itu dilakukan di bawah arahan Presiden AS Donald Trump, dengan Pentagon bertanggung jawab atas serangan itu.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment