0
Sunday 22 November 2020 - 11:09
Invasi Saudi Arabia di Yaman:

Tentara Yaman Menguasai Pangkalan Utama di Marib

Story Code : 899264
Yemeni army troops.jpg
Yemeni army troops.jpg
Outlet berita lokal melaporkan pada Jumat (20/11) malam bahwa tentara Yaman dan pejuang sekutu telah membangun kendali atas pangkalan strategis Maas, yang terletak sekitar 57 kilometer dari ibu kota provinsi Marib, setelah mereka baku tembak dengan militan dari al-Qaeda yang berafiliasi dengan Partai Islah Salafi.

Pangkalan militer tersebut dilaporkan menghadap ke kota Marib, dan merupakan benteng besar terakhir para militan di daerah tersebut.

Sementara itu, Mohammed Ali al-Houthi, anggota Dewan Politik Tertinggi Yaman, memuji peringatan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres bahwa negara Arab yang dilanda perang itu berada dalam bahaya kelaparan terburuk yang pernah terjadi di dunia dalam beberapa dekade, mengatakan itu menjelaskan keadaan buruk Yaman sebagai akibat dari serangan pengeboman dan pengepungan yang dipimpin Saudi.

Ini terjadi ketika kepala PBB mengatakan bahaya kelaparan terburuk mengancam Yaman, memperingatkan terhadap setiap langkah sepihak oleh AS.

Al-Houthi, dalam sebuah pernyataan singkat, meminta kepala PBB untuk mengutuk blokade yang dipimpin Saudi dan bekerja menuju penghapusannya karena pengepungan tersebut melanggar prinsip-prinsip internasional, dan koalisi yang dipimpin Saudi telah secara ilegal menyita kapal-kapal yang menuju Yaman dimana semua kapal-kapal itu memperoleh izin internasional sebelumnya.

Dia juga menyerukan pertemuan bersama antara delegasi dari Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman dan perwakilan terkemuka dari organisasi internasional untuk mencari solusi yang bisa diterapkan untuk masalah yang masih ada.

Houthi menyoroti bahwa kegagalan negara-negara agresor dan tentara bayaran mereka untuk mematuhi kewajiban mereka telah mengakibatkan depresiasi yang cepat dari riyal Yaman dan penderitaan besar yang dialami rakyat Yaman.

Lebih lanjut, Organisasi Hak dan Kebebasan SAM mengatakan lebih dari 5.700 anak telah kehilangan nyawa mereka di Yaman sebagai akibat dari serangan pengeboman yang dipimpin oleh Saudi, serangan roket dan mortir, serta pecahan peluru dari ranjau.

Organisasi yang berbasis di Jenewa itu mencatat bahwa serangan udara, penembakan, atau mengubah sekolah menjadi depot dan barak militer telah melarang lebih dari 2 juta anak untuk bersekolah di Yaman.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment