0
Tuesday 24 November 2020 - 02:45

Kebijakan Sanksi AS Terhadap Negara-negara Merdeka Gagal Total

Story Code : 899561
Kebijakan Sanksi AS Terhadap Negara-negara Merdeka Gagal Total

Pembicara Parlemen Iran mengatakan kebijakan sanksi yang diadopsi oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara merdeka telah gagal total.

Mohammad Baqer Qalibaf membuat pernyataan itu dalam pertemuan Senin dengan Duta Besar Turki untuk Teheran Derya Örs, di mana dia juga menyoroti hubungan sejarah yang mendalam antara Teheran dan Ankara.

"Meskipun penerapan sanksi yang tidak adil dan implementasi kebijakan sepihak AS terhadap Republik Islam Iran, produksi dalam negeri menjadi lebih kuat dan ancaman telah berubah menjadi peluang," kata Qalibaf.

Dia mencatat bahwa wabah pandemi virus korona yang mematikan telah mempengaruhi hubungan perdagangan antara Iran dan Turki dan menyebabkan masalah di pasar perbatasan, mengungkapkan harapan bahwa pejabat kedua negara akan membuat pengaturan yang diperlukan sedini mungkin untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Perluasan kerja sama parlemen dengan negara-negara tetangga, khususnya Turki, adalah salah satu prioritas utama Parlemen Iran, kata Qalibaf, seraya menambahkan bahwa promosi interaksi antara parlemen kedua negara akan berdampak "positif" pada perkembangan regional dan internasional.

Trump, seorang kritikus hawkish dari kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunia, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), secara sepihak menarik Washington dari perjanjian pada Mei 2018, dan melepaskan sanksi "terberat yang pernah ada" terhadap Republik Islam Iran yang menentang AS.

AS melancarkan apa yang disebut kampanye tekanan maksimum dan menargetkan negara Iran dengan langkah-langkah pembatasan yang kejam untuk membuatnya bertekuk lutut, tetapi ekonomi Iran terus bersenandung dan bangkit kembali.(IT/TGM)
 
Comment