0
Thursday 21 January 2021 - 02:35

Zarif Menolak Klaim Reporter Le Figaro Tentang Pembicaraan Dengan AS

Story Code : 911394
Zarif Menolak Klaim Reporter Le Figaro Tentang Pembicaraan Dengan AS

Menlu Iran Zarif menolak klaim yang dibuat oleh koresponden harian Prancis, Le Figaro, tentang negosiasi utusan Iran untuk PBB Takht-Ravanchi dengan AS.

Di sela-sela pertemuan Kabinet pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan kepada wartawan bahwa meskipun ada klaim yang dibuat oleh koresponden surat kabar Prancis Le Figaro, Duta Besar Tetap Iran untuk PBB Majid Takht-Ravanchi tidak mengadakan pembicaraan dengan AS atau tidak mengirimkan pesan kepada pejabat Amerika dari Iran.

"Sudah tiga minggu Majid Takht-Ravanchi berada di Teheran dan reporter itu membuat klaim tak berdasar," kata Zarif.

Ditanya tentang ketidaksepakatan AS-Iran tentang JCPOA, Zarif berkata, "Tidak perlu bernegosiasi sama sekali. Yang terjadi adalah bahwa pemerintah AS telah melanggar kewajibannya. Menurut sambutan Pemimpin Revolusi Islam, jika mereka [Amerika] mencabut sanksi, tidak akan ada masalah dari pandangan kami. "

"Biden bertanggung jawab untuk mencabut sanksi dan jika dia mencabut sanksi tersebut, Iran akan kembali ke JCPOA," katanya.

Menanggapi pertanyaan bahwa Biden telah mengklaim untuk mencari kesepakatan yang lebih kuat dengan Iran yang akan menangani masalah rudal dan regional, Zarif mengatakan "Kami memiliki kesepakatan yang tegas bahwa DK PBB telah meratifikasinya dan kami telah membahas semua artikelnya."

"Amerika harus menghentikan kebijakan 'apa yang menjadi milik saya adalah milik saya dan kami dapat bernegosiasi tentang apa yang menjadi milik Anda'," Zarif menekankan.

Dia mencatat bahwa Iran telah membahas masalah program regional dan rudal, "Itu sebabnya kami setuju untuk memperpanjang embargo senjata hingga lima tahun dan embargo rudal hingga delapan tahun."

"Pemerintahan baru AS dan Eropa harus tahu bahwa Iran bukanlah masalah kawasan itu, tetapi mereka adalah masalah."

"Masalah dengan senjata di wilayah kami bukan karena terbatasnya jumlah persenjataan yang diproduksi Iran, tetapi penjualan senjata mereka telah mengubah wilayah itu menjadi tempat yang mudah terbakar," kata Zarif.(IT/TGM)
Artikel Terkait
Comment