0
Friday 22 January 2021 - 23:19
Iran vs Hegemoni Global:

Media Iran Tweet Gambar Trump Golf di Bawah Bayangan Pembom Strategis

Story Code : 911729
Donald Trump, revenge is invisible.jpg
Donald Trump, revenge is invisible.jpg
Judul di samping tweet itu menyerukan balas dendam pada mereka yang memerintahkan pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani, dan mengatakan bahwa itu akan diambil pada "waktu yang tepat."
 
Tweet itu berbunyi "Balas dendam tidak bisa dihindari," kutipan yang tampaknya diambil dari ucapan yang dibuat oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada bulan Desember, ketika dia berjanji akan membalas nyawa komandan militer Jenderal Qasem Soleimani.
Soleimani tewas dalam serangan pesawat nir awak terhadap konvoinya di Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020, atas perintah Presiden AS Donald Trump.
 
Hal ini menyebabkan peningkatan besar dalam ketegangan antara Washington dan Tehran.
 
Sebagai pembalasan, Iran menyerang fasilitas militer AS di Irak.
 
Banyak pengguna bereaksi terhadap posting tersebut dengan menandai CEO Twitter Jack Dorsey, menyiratkan bahwa itu bertentangan dengan kebijakan ujaran kebencian platform: Twitter adalah platform media sosial pertama yang melarang Donald Trump setelah peristiwa yang mengguncang Capitol AS pada 6 Januari, dengan mengatakan dia melanggar aturannya dengan "menghasut kekerasan."
 
Dia mengecam kekerasan tersebut dan menyuruh para pendukungnya untuk meninggalkan daerah itu.
 
Trump adalah pengguna Twitter yang rajin sebelum masuk daftar hitam, secara teratur memposting klaim bahwa pemilihan AS itu curang, sementara juga mengecam saingan politiknya.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment