0
Saturday 27 February 2021 - 15:07
Ledakan di Teluk Oman:

Pemilik Kapal Inggris yang Meledak di Teluk Oman Dikabarkan Dekat dengan Kepala Mossad

Story Code : 918631
Israeli cargo ship in the Gulf.jpg
Israeli cargo ship in the Gulf.jpg
Pada hari Kamis (25/2), menurut Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO), sebuah kapal Inggris dilanda ledakan di Teluk Oman, dengan laporan yang kemudian menuduh bahwa itu adalah kapal Israel yang berlayar dari Arab Saudi ke Singapura dengan bendera Bahama.
 
"Ledakan itu terjadi tadi malam, di selatan Selat Hormuz, di lepas Oman. Kerusakannya adalah dua lubang berdiameter sekitar satu setengah meter, tetapi belum jelas bagi kami apakah itu disebabkan oleh tembakan rudal atau ranjau yang dipasang ke kapal ", Ungar memberi tahu Kan, berbicara tentang kerusakan yang diderita kapal.
 
"Kami tidak tahu apakah insiden ini adalah bagian dari ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat dan apakah ada hubungannya dengan fakta bahwa pemilik kapal itu adalah orang Israel."
 
Ungar menyatakan bahwa insiden itu kemungkinan besar terkait dengan serangan sebelumnya terhadap perkapalan di daerah tersebut.
 
Menurut laporan itu, kapal, "Helios Ray", milik perusahaan "Ray Shipping" - sebuah perusahaan Inggris yang dimiliki oleh Ungar, yang hubungannya dengan kepala Mossad tidak disebutkan oleh Kan.
 
Ray Shipping mengkonfirmasi kepada The Times of Israel bahwa salah satu kapalnya rusak "ketika ledakan terdengar di Teluk Persia dekat Selat Hormuz".
 
“Kapal itu memiliki 28 awak. Tidak ada yang terluka. Ruang mesin tidak rusak. Ini sedang dalam perjalanan ke pelabuhan Dubai untuk memperbaiki semua yang diperlukan,” kata perusahaan tersebut kepada outlet tersebut. Ledakan Teluk Oman dilaporkan 25/02/2021 2040UTC.
 
Dilaporkan Helios Ray mengalami ledakan. Kapal dan awak kapal diyakini aman. Silakan lihat gambar di bawah ini untuk informasi lebih lanjut lihat @ neptune_p2p #maritimesecurity pic.twitter.com/73I2Mes6RG - Chris Farrell (@ Chrisfarrell01) 26 Februari 2021
 
UKMTO mengatakan, kapal tersebut mengalami ledakan pada hari Kamis, menambahkan tidak ada korban jiwa.
 
Badan tersebut tidak mengklarifikasi apa yang menyebabkan ledakan tersebut. Beberapa outlet media Israel dengan cepat menyatakan bahwa Iran berada di balik serangan itu, dengan Channel 12 secara khusus menegaskan bahwa ledakan itu disebabkan oleh rudal yang ditembakkan dari kapal Iran.
 
Kapal Inggris yang terkena ledakan sedang berlayar melalui Teluk Oman. Baru-baru ini, kawasan itu telah menjadi tempat ketegangan antara Washington dan Tehran, setelah mantan presiden AS, Donald Trump, pada 2018 secara sepihak menarik AS dari kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran dan menjatuhkan sanksi keras terhadap republik Islam itu.
 
Kegiatan militer AS di kawasan itu telah memicu kecaman dari Iran, dengan menteri luar negeri Tehran Javad Zarif, mengecam pesawat pembom ketinggian B-52H Amerika "patroli kehadiran" di Timur Tengah pada Januari.
 
Washington menggambarkan patroli itu sebagai "bagian penting dari postur pertahanan CENTCOM" di wilayah tersebut.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment