0
Sunday 16 May 2021 - 20:25

Irak Bermaksud Untuk Membeli Sistem Pertahanan Rusia 

Story Code : 932856
Irak Bermaksud Untuk Membeli Sistem Pertahanan Rusia 

Sementara Washington masih menjadi penghalang utama untuk pembelian sistem pertahanan Rusia, Komite Keamanan dan Pertahanan parlemen Irak mengumumkan keputusan Baghdad untuk segera membeli sistem pertahanan canggih.

Menurut media Irak, parlemen Irak, dalam anggaran 2021, mengalokasikan dana untuk pembelian peralatan militer canggih guna mengimbangi kemajuan angkatan bersenjata dunia.

Wakil Ketua Komite Keamanan dan Pertahanan di Parlemen Irak, Nayef Al-Shammari, mengumumkan pada hari Sabtu bahwa pemerintah akan mengontrak dalam beberapa bulan mendatang untuk membeli sistem pertahanan udara, jurnal AW melaporkan.

Dia mengatakan dalam sebuah pernyataan pers, bahwa anggaran fiskal untuk 2021 termasuk alokasi untuk menyediakan angkatan bersenjata dengan peralatan modern untuk mengimbangi perkembangan angkatan bersenjata dunia.

Ia juga menyebutkan bahwa panitia telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan Menteri Pertahanan dan Panglima TNI terkait hal tersebut.

Dia menambahkan bahwa pemerintah akan membuat kontrak selama beberapa bulan ke depan dengan perusahaan-perusahaan penting untuk menyediakan Irak dengan sistem pertahanan udara modern.

Al-Shammari juga mengklarifikasi bahwa kontrak tersebut secara eksklusif berada dalam lingkup Kementerian Pertahanan, dan melalui Kementerian Peralatan dan Departemen Persenjataan, dan bahwa negara akan memantau semua kontrak yang akan dibuatnya.

Mengutip anggota parlemen Irak, media AS telah melaporkan bahwa pemerintah Irak sedang mempertimbangkan untuk bergerak maju dengan membahas pembelian sistem pertahanan udara "S-400" Rusia, tetapi Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa mereka mungkin akan menjatuhkan sanksi padanya jika memutuskan untuk membeli Sistem Rusia.

Tahun lalu, Moskow berulang kali menegaskan kesediaannya untuk memenuhi permintaan Irak terkait persenjataan dan kerja sama militer.

Patut dicatat bahwa Irak telah mencoba untuk membeli sistem pertahanan udara Rusia sejak 2017, tetapi ancaman untuk menjatuhkan sanksi ekonomi oleh Amerika Serikat dilaporkan menghambat negosiasi tersebut.(IT/TGM)
Artikel Terkait
Comment