0
Monday 27 September 2021 - 07:51

Erdogan: Setelah Afghanistan, Turki Ingin Militer AS Tinggalkan Suriah dan Irak

Story Code : 955911
US troops in Syria (Sputnik).
US troops in Syria (Sputnik).
Erdogan secara khusus menyebut Suriah dan Irak sebagai dua negara di mana Washington harus mengakhiri kehadiran militernya.

Menurut Erdogan, langkah seperti itu akan mempromosikan perdamaian di wilayah tersebut.

"Tentu saja, jika saya punya pilihan, saya ingin mereka keluar dari Suriah dan Irak. Sama seperti mereka menarik diri dari Afghanistan. Karena jika kita mau melayani perdamaian di seluruh dunia, tidak lagi ada artinya lagi untuk tetap hadir di bagian dunia itu. Kita bisa meninggalkan orang-orang itu, membiarkan administasi mereka mengambil keputusan sendiri," katanya.

Ketika ditanya apakah Erdogan pernah mengangkat masalah kemungkinan penarikan pasukan dari Suriah dengan Presiden AS Biden, Erdogan mengatakan dia tidak pernah bertanya kepada Biden tentang hal ini ketika mereka bertemu di Brussels.

Dia menambahkan bahwa percakapannya dengan  Biden lebih berfokus pada Afghanistan dalam pertemuan tersebut.

AS dan negara-negara NATO lainnya menarik diri dari Afghanistan pada akhir Agustus, menyusul pengumuman Biden tentang rencana mengakhiri perang hampir 20 tahun di negara itu. Meski diumumkan beberapa bulan sebelumnya, penarikan itu digambarkan oleh pengamat sebagai "kacau" karena kekurangan Barat dalam mengevakuasi warga negara mereka, serta warga sipil Afghanistan, yang pernah membantu mereka.

Pasukan Amerika masih dikerahkan di Irak, meski telah diupayakan untuk mengusir mereka sejak dimulainya serangan AS di Irak dan di Suriah.

AS tidak pernah menerima mandat Dewan Keamanan PBB atau undangan dari Damaskus untuk mengirim pasukannya ke Republik Arab itu.

Pemerintah Suriah menyebut kehadiran pasukan Amerika di tanahnya dan keterlibatan AS  dalam ekstraksi serta ekspor sumber daya alam Suriah adalah ilegal.[IT/AR]
Artikel Terkait
Comment