0
Monday 27 September 2021 - 12:30
Palestina vs Zionis Israel:

5 Warga Palestina Martir dalam Bentrokan Semalam dengan Pasukan Pendudukan Israel

Story Code : 955941
Israeli occupation forces firing teargas at Palestinians in West Bank.jpg
Israeli occupation forces firing teargas at Palestinians in West Bank.jpg
Menurut kantor berita resmi Palestina Wafa, pasukan militer menyerbu kota utara Burqin dekat al-Quds pada dini hari Minggu (26/9), dan mengepung sebuah rumah sebelum menerobos masuk dan menahan pemiliknya. Tahanan itu diidentifikasi sebagai Mohammad Zir'ini.

Serangan itu memicu bentrokan antara penduduk kota yang marah dan pasukan Zionis Israel yang menembakkan peluru tajam, menewaskan dua pengunjuk rasa dan melukai setidaknya empat lainnya.

Salah satu dari dua korban Palestina diidentifikasi sebagai Osama Yaser Soboh, 22 tahun. Yang lainnya belum diidentifikasi, dengan tubuhnya masih dalam tahanan tentara Zionis Israel.

Bentrokan juga meletus tak lama setelah tengah malam di desa Kafr Dan di barat laut Jenin ketika pasukan pendudukan Israel menyerbu daerah itu, menahan setidaknya dua warga Palestina.

Pada Sabtu malam, pasukan rahasia Israel menculik dua pemuda Palestina dari mobil mereka di sebuah pompa bensin dekat Jenin.

Selanjutnya, tiga warga Palestina ditembak mati oleh pasukan Zionis Israel dalam serangan yang menargetkan sebuah rumah di desa Biddu.

Saksi mata mengatakan kepada Wafa bahwa pasukan tentara Israel mengepung gedung dan melepaskan tembakan dan granat ke sana. Ledakan keras terdengar selama serangan itu.

Mohammad Hleil, juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina, membenarkan pembunuhan tiga warga Palestina. Mereka diidentifikasi oleh keluarga mereka sebagai Ahmad Zahran, Mahmoud Hmaidan dan Zakariya Badwan.

Gerakan perlawanan Hamas memuji para korban Palestina, berjanji bahwa "darah para martir al-Quds dan Jenin saat fajar hari ini akan terus memicu pemberontakan rakyat kita melawan penjajah Zionis."

Gerakan itu menyerang Otoritas Palestina (PA), mengatakan kebijakannya berkoordinasi dengan Israel untuk menindak kelompok-kelompok perlawanan di Tepi Barat telah menyebabkan penggerebekan.

“Kematian para martir hari ini adalah konsekuensi dari koordinasi keamanan yang berkelanjutan dengan pendudukan Zionis. Ini adalah buah dari pertemuan normalisasi yang diadakan oleh para pemimpin PA dengan para menteri Zionis dan anggota Knesset di Ramallah,” kata juru bicara Hamas Abd al-Latif al-Qanou.

Juru bicara militer Israel Ran Kochav mengatakan militer percaya bahwa Hamas dan Jihad Islam kemungkinan akan membalas kematian dan penangkapan warga Palestina dengan tembakan roket dari Jalur Gaza.

Ketegangan meningkat di wilayah pendudukan menyusul pelarian heroik enam tahanan Palestina dari Penjara Gilboa dengan keamanan tinggi awal bulan ini.

Mereka menggali jalan keluar melalui sistem drainase sel mereka, memberikan pukulan serius bagi citra Israel dengan membawa kondisi tahanan Palestina ke perhatian internasional meskipun mereka kemudian ditangkap kembali. [IT/r]
Artikel Terkait
Comment