0
Saturday 23 October 2021 - 10:31
Pesan dari Lebanon:

Sayyid Nasrallah: Hizbullah Akan Bertindak pada Waktu yang Tepat terhadap Setiap Pelanggaran Israel terhadap Hak Lepas Pantai Lebanon bahkan di Zona Sengketa

Story Code : 960062
Sayyid Nasrallah: Hizbullah Akan Bertindak pada Waktu yang Tepat terhadap Setiap Pelanggaran Israel terhadap Hak Lepas Pantai Lebanon bahkan di Zona Sengketa
Pada waktu yang tepat, Perlawanan akan bertindak melawan setiap pelanggaran Zionis Israel atas sumber daya lepas pantai Lebanon, bahkan di zona yang disengketakan, Sayyid Naasrallah mengatakan selama pidatonya di perayaan Maulid Nabi Muhammad (SAW) yang diadakan Hizbullah di Pinggiran Selatan Beirut.
 
Sayyid Nasrallah mencatat bahwa Hizbullah tidak akan ikut campur dalam pembicaraan demarkasi, menambahkan bahwa masalah ini ditangani oleh negara Lebanon.
 
Sayyid Nasrallah juga mengindikasikan bahwa Hizbullah sedang menindaklanjuti penyelidikan atas pembantaian Tayouneh, menggambarkan penyelidikan sebagai serius, akurat serta berani dan menyerukan untuk melanjutkan media dan kampanye politik terhadap para pelaku kejahatan.
 
Mengenai negosiasi dengan Dana Moneter Internasional, Sayyid Nasrallah meminta pemerintah untuk membentuk delegasi terpadu yang dapat menjaga kepentingan Lebanon.
 
Sayyid Nasrallah mendesak pemerintah Lebanon untuk mengatasi krisis sosial ekonomi, menyerukan untuk menyetujui kartu jatah.
 
Pemimpin Hizbullah juga meminta para pedagang untuk mempertimbangkan harga komoditas dengan cara yang penuh belas kasihan, menekankan bahwa orang kaya harus memikul tanggung jawab mereka kepada orang miskin.
 
Perlawanan akan terus mengikuti jalan jihadnya untuk membebaskan wilayah pendudukan dan melindungi tempat-tempat suci, menurut Sayyid Nasrallah yang menambahkan bahwa Hizbullah juga akan melakukan dengan bijaksana dan tegas semua langkah untuk memblokir hasutan internal.
 
Secara regional, Sayyid Nasrallah meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa, komunitas internasional, negara-negara Muslim dan semua kaum liberal untuk mengambil sikap yang jelas terhadap perang yang dipimpin Saudi di Yaman, menekankan bahwa akhir perang di Yaman membutuhkan persetujuan gencatan senjata dan pencabutan blokade secara bersamaan. .
 
Beliau juga meminta para cendekiawan Muslim, elit, dan orang awam untuk menghadapi ideologi barbar dan komitmen kelompok teroris ISIS, dengan mengutip contoh pemboman yang dilakukan di Afghanistan dan negara-negara lain.
 
Sayyid Nasrallah lebih lanjut mendesak semua Muslim untuk mempertahankan persatuan mereka, memperingatkan terhadap ulama Syiah dan Sunni yang memperkuat hasutan.
 
Sekretaris Jenderal Hizbullah menangani sejumlah aspek acara tersebut, menyoroti nilai-nilai Nabi.
Sayyid Nasrallah menunjukkan bahwa Nabi Muhammad mensucikan nilai membela bangsa, membantu orang-orang beriman, dan mengorbankan jiwa seseorang demi Umat, mengutip contoh dukungan Iran, Suriah, Irak dan Yaman untuk perjuangan Palestina terlepas dari semua biayanya.
 
Sayyid Nasrallah juga memuji orang-orang Bahrain yang menyuarakan penolakan normalisasi dengan Zionis 'Israel' meskipun ada tindakan hukuman rezim dan menyoroti langkah segera Irak menentang konferensi normalisasi yang diadakan di Erbil sebagai personifikasi nilai-nilai Nabi.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment