0
Monday 25 October 2021 - 19:39
Kudeta di Sudan:

Kepala Dewan Kedaulatan Burhan Nyatakan Keadaan Darurat di Sudan, Pembubaran Pemerintah

Story Code : 960433
Kepala Dewan Kedaulatan Burhan Nyatakan Keadaan Darurat di Sudan, Pembubaran Pemerintah
Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, kepala Dewan Kedaulatan Sudan, menyatakan pada hari Senin (25/10) bahwa pemerintah telah dibubarkan dan menyatakan keadaan darurat nasional.
 
Dia juga mengatakan bahwa pertikaian antara berbagai faksi politik dan hasutan untuk melakukan kekerasan memaksa militer untuk bertindak, dan berjanji bahwa Sudan akan mengadakan pemilihan pada Juli 2023.
 
"Saya menyatakan keadaan darurat di seluruh negeri ... serta pembubaran Dewan Berdaulat dan Kabinet Menteri", kata al-Burhan dalam pidato yang disiarkan televisi, menambahkan bahwa beberapa aspek dari deklarasi konstitusional yang telah di berlaku sejak 2019 sekarang batal.
 
Ketua dewan juga mengatakan bahwa perkembangan di Sudan mengancam keamanan nasional.
 
Menurut dia, militer akan melanjutkan transisi demokrasi hingga kekuasaan diserahkan kepada pemerintahan sipil.
 
Sebagai tanggapan, Kementerian Informasi mengatakan bahwa pernyataan al-Burhan adalah kudeta militer.
 
"Letnan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan menyatakan perebutan kekuasaan sebagai akibat dari kudeta militer", kata kementerian itu.
 
Sebelumnya pada hari itu, angkatan bersenjata menempatkan Perdana Menteri Hamdok di bawah tahanan rumah, mengerahkan pasukan di ibu kota, dan menguasai pusat-pusat TV dan radio pemerintah.
 
Demonstrasi massal diadakan di Khartoum dan Omdurman, dan ada laporan tentara menembak pengunjuk rasa di dekat markas militer.
 
Pengambilalihan itu terjadi tepat sebelum masa jabatan al-Burhan sebagai kepala pemerintahan transisi berakhir.
 
Setelah Presiden lama Sudan Omar al-Bashir digulingkan pada 2019, militer dan warga sipil sepakat untuk membentuk Dewan Kedaulatan untuk masa transisi 39 bulan.[IT/r]
 
Comment