0
Tuesday 23 November 2021 - 15:08
Mesir - Prancis:

Laporan: Mesir Menggunakan Bantuan Militer Prancis untuk 'Membunuh Warga Sipil' atas 'Penyelundupan'

Story Code : 965006
Laporan: Mesir Menggunakan Bantuan Militer Prancis untuk
Menurut sebuah laporan oleh situs investigasi Disclose, berdasarkan dokumen yang bocor, militer Prancis terlibat dalam setidaknya 19 serangan udara yang dilakukan oleh tentara Mesir terhadap warga sipil antara 2016 dan 2018.
 
Misi antara kedua negara itu diberi nama sandi Operasi Sirli, yang menurut laporan itu dirancang untuk memberikan informasi intelijen tentang gerakan militan di sepanjang perbatasan barat Mesir dengan Libya.
 
Dokumen-dokumen tersebut, yang dirahasiakan di bawah peraturan “rahasia pertahanan nasional” Prancis (“le secret de la défense nationale”), berasal dari kantor kepresidenan, Istana lysée, kementerian angkatan bersenjata Prancis, dan dinas intelijen militer Prancis, mencatat laporan oleh Disclose.
 
Dokumen-dokumen itu, katanya, menunjukkan "bagaimana latihan kerja sama militer ini, yang dirahasiakan dari publik, dialihkan dari misi aslinya, yaitu pengintaian aktivitas teroris, demi kampanye eksekusi sewenang-wenang", yang melibatkan kejahatan negara yang kantor kepresidenan Prancis diberitahu, tetapi tidak mengambil tindakan.
 
@disclosetv telah memperoleh 100-an dokumen resmi Prancis rahasia yang mengungkapkan eksekusi di luar hukum besar-besaran oleh #Mesir di sepanjang perbatasan Libya, yang dilakukan dengan bantuan Prancis melalui operasi militer rahasia. https://t.co/4gs0zY6mfr @soltan @DAWNmenaorg — Agnes Callamard (@AgnesCallamard) 21 November 2021
 
"Pada prinsipnya, misi ... terdiri dari pencarian Gurun Barat untuk menemukan kemungkinan ancaman teroris yang datang dari Libya", menggunakan pesawat ringan yang dirancang untuk pengawasan dan pengintaian," kata laporan itu.
 
"Tetapi dengan sangat cepat, anggota tim (Prancis) memahami bahwa intelijen yang dipasok ke Mesir digunakan untuk membunuh warga sipil yang dicurigai melakukan selundupan," tambahnya.
 
Operasi Sirli dimulai pada Februari 2016 selama pemerintahan Presiden Francois Hollande dan berlanjut meskipun ada keraguan yang diungkapkan oleh intelijen militer Prancis (DRM) dan angkatan udara tentang cara Mesir menggunakan intelijen, kata laporan tersebut.
 
Dalam satu contoh, sebuah catatan ditujukan kepada Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly pada 22 Januari 2019, sebelum kunjungan resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Mesir.
Militer Prancis tetap dikerahkan di Mesir, ungkap laporan Disclose.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment