0
Tuesday 23 November 2021 - 19:02
Gerjolak Bahrain:

Al-Khalifa Lanjutkan Kebrutalan Tanpa Akhir: Tahanan Tidak Diizinkan Bertemu Ibu Mereka

Story Code : 965051
Detained prisoners not allowed to meet their moms
Detained prisoners not allowed to meet their moms
Masyarakat Islam Nasional Al-Wefaq mengungkap bahwa kementerian Dalam Negeri Bahrain telah meluncurkan kampanye luas penggerebekan dan pemenjaraan, di mana ia menangkap setidaknya 13 warga karena partisipasi mereka dalam pawai dan demonstrasi menentang normalisasi dengan musuh Zionis "Israel".

Sementara itu, Rassd News Network mengatakan bahwa otoritas keamanan telah menggerebek desa Al-Eker dan menangkap Mahmoud Abd Al-Latif, Mohammad Abed Al-Jabbar, dan Hussein Al-Moghni. Juga menangkap Ahmad Abdallah Marhoon, Husein Rahma, Mahdi Muslim, Hassan Muslim, dan Mohammad Yehia Badaw di desa Al-Diraz, selain Mustafa Bahr, Fadel Abbas Abd Al-Jabbar, Hussein Abbas Abed Al-Jabbar, Mansour Abdallah Abed Al -Jabbar, dan Abed Al-Jabbar Issa Abed Al-Jabbar dari desa Nouwaidrat.

Dalam pernyataannya, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengumumkan bahwa “Departemen Informasi Kriminal dan Bagian Sertifikat bekerja sama dengan Badan Intelijen Nasional telah melakukan operasi pro-aktif keamanan.”

Lebih lanjut dinyatakan bahwa “unsur-unsur teroris ditangkap karena merencanakan dan mempersiapkan operasi ‘teroris’ yang menargetkan perdamaian sipil, dan bahwa senjata dan bom Iran telah disita dengan unsur-unsur yang berafiliasi dengan kelompok ‘teroris’ di Iran”.

Saksi mata mengatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri telah menggerebek desa Al-Diraz, Nouwaidrat, dan Al-Eker dengan sejumlah besar pasukan Komando, mobil keamanan negara, kendaraan militer dan orang-orang dari penyelidikan militer.

Dalam adegan lain dari tirani Al-Khalifa, otoritas penjara melarang ibu dari anak-anak yang dipenjara-yang telah melakukan mogok makan sejak lima hari di penjara Dry Dock-untuk menemui mereka.

Puluhan keluarga tahanan yang mogok makan menuju gedung Ombudsman untuk mengadukan anak mereka yang tidak bisa dihubungi di penjara Dry Dock khusus anak-anak, sejak mereka mengumumkan mogok makan.

Aktivis HAM Ibtissam Al-Sayegh mengatakan, “Sayangnya, penjaga keamanan yang telah menerima instruksi dari bosnya tidak mengizinkan mereka masuk”.

Seorang ibu dari salah satu tahanan mengatakan bahwa nyawa dari 60 anak yang dipenjara karena alasan politik terancam sekarang setelah mereka melakukan mogok makan sebagai protes terhadap kondisi kebersihan yang buruk dan kembalinya penyakit kudis dan penyakit kulit ke sel mereka.

Anak-anak terpenjara di penjara Dry Dock berusaha melalui mogok makan untuk mendapatkan lebih banyak waktu di halaman sehingga mereka terkena sinar matahari yang melindungi mereka dari masalah kulit. Namun, administrasi penjara telah memperketat cengkeraman mereka karena pemogokan mereka dan mengancam akan melakukan pelecehan tambahan.[IT/r]
Artikel Terkait
Comment