0
Monday 6 December 2021 - 23:01
AS dan Gejolak Suriah:

Pasukan AS Diserang di Suriah dan Irak

Story Code : 967195
Pasukan AS Diserang di Suriah dan Irak
Menurut SANA, beberapa ledakan terdengar di pangkalan Al-Tanf, yang terletak di dekat perbatasan Suriah dengan Irak dan Yordania, pada Minggu (5/12) sore.

Tidak segera jelas apa yang menyebabkan ledakan tersebut. Tidak ada pasukan Amerika yang ditempatkan di pangkalan itu yang tampaknya terluka atau terbunuh.

Pada 20 Oktober, pangkalan Al-Tanf yang dikelola AS di Suriah selatan dihantam oleh drone dan roket, dalam serangan yang oleh juru bicara Pentagon John Kirby digambarkan sebagai "kompleks, terkoordinasi dan disengaja."

Selain itu, pasukan pendudukan AS secara terpisah diserang di Suriah dan negara tetangga Irak, di tengah kemarahan publik yang membara atas pengerahan pasukan pendudukan Amerika di dua negara Arab.

Jaringan berita televisi RT Arab Rusia, mengutip sumber lokal, melaporkan bahwa tiga rudal menargetkan pangkalan militer AS di provinsi timur Suriah Deir Ez-Zor pada Sabtu malam.

Sumber itu menambahkan bahwa sejumlah besar helikopter militer terbang di atas daerah itu setelah serangan terhadap pangkalan AS di dalam ladang gas Conoco.

Tidak segera jelas dari mana proyektil itu berasal. Tampaknya tidak ada laporan tentang korban di antara pasukan Amerika yang ditempatkan di pangkalan itu.

Pangkalan Conoco, tempat gerilyawan Kurdi yang disebut Pasukan Demokratik Suriah [SDF] juga ditempatkan, terakhir diserang pada Juli dengan peluru mortir dan roket.

Ini adalah yang terbaru dari serangkaian serangan terhadap pasukan pendudukan AS di sisi timur Suriah.

Pada 1 Desember, sebuah bom pinggir jalan menghantam konvoi truk yang membawa peralatan militer dan pasokan logistik untuk pasukan AS di provinsi Hasakah di timur laut Suriah.

Militer AS telah menempatkan pasukan dan peralatan di Suriah timur dan timur laut, dengan Pentagon mengklaim bahwa pengerahan itu bertujuan untuk mencegah ladang minyak di daerah itu agar tidak jatuh ke tangan teroris Daesh.

Di tempat lain di provinsi selatan Irak, Al-Qadisiyyah, serangan bom pinggir jalan menargetkan konvoi yang membawa peralatan logistik milik militer AS karena semakin banyak suara yang disuarakan untuk menentang kehadiran pasukan Amerika yang berkepanjangan di tanah Irak.

Sebuah sumber keamanan mengatakan kepada kantor berita Irak Shafaq bahwa ledakan itu terjadi di dekat ibu kota provinsi al-Diwaniyah pada hari Minggu, dan mengakibatkan kerusakan sebuah kendaraan.

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu, yang merupakan yang terbaru dalam serangkaian serangan yang menargetkan pasukan AS di Irak dalam beberapa bulan terakhir. [IT/r]
Artikel Terkait
Comment