0
Tuesday 5 December 2023 - 01:14
Iran, Oman dan Gejolak Palestina:

Iran dan Oman Membahas Cara Mengakhiri Perang 'Israel' di Gaza

Story Code : 1100325
Hossein Amir Abdollahian and Sayyid Badr Albusaidi
Hossein Amir Abdollahian and Sayyid Badr Albusaidi
Dalam pertemuan di Tehran pada hari Minggu (3/12), Hossein Amir Abdollahian dan Sayyid Badr Albusaidi berbicara tentang berbagai masalah bilateral, regional dan internasional, khususnya cara untuk mengakhiri serangan rezim Zionis ‘Israel’ di Gaza.

Mereka juga menekankan perlunya upaya bersama yang terus-menerus oleh kedua negara di tingkat regional dan internasional untuk mendukung bangsa Palestina dan memaksa rezim Zionis menghentikan agresi kriminalnya terhadap Gaza dan Tepi Barat.

Menteri luar negeri Iran mengecam rezim Zionis karena melanggar semua peraturan internasional dan Konvensi Jenewa serta melakukan kejahatan perang dengan membunuh lebih dari 16.000 warga Palestina hanya dalam 50 hari.

Amir Abdollahian juga mengecam pemerintah AS karena memberikan dukungan yang tidak dapat disangkal terhadap kejahatan perang Zionis ‘Israel’ di Gaza dan Tepi Barat.

Dia juga menyerukan “tindakan efektif” oleh negara-negara Muslim dan komunitas internasional untuk segera mengakhiri serangan Zionis Israel di Gaza, mencabut blokade terhadap wilayah kantong yang terkepung, membuka perbatasan untuk mengirimkan bantuan ke wilayah tersebut, dan mencegah pemindahan paksa warga Palestina.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Oman memuji konsultasi yang erat dan konstruktif dengan Iran di tingkat bilateral, regional dan internasional.

Mengutuk serangan biadab rezim Zionis di Gaza dan Tepi Barat, Albusaidi menyerukan tindakan mendesak masyarakat internasional untuk menghentikan kejahatan Zionis ‘Israel’.

Setidaknya 15.500 warga Palestina telah tewas dalam serangan Zionis ‘Israel’ di Gaza sejak 7 Oktober.

Militer rezim Zionis telah memperluas serangan daratnya di Gaza selatan ketika para pejabat Palestina mengatakan lebih dari 800 orang telah terbunuh sejak Sabtu.[IT/r]
Comment