0
Monday 30 April 2018 - 11:06
Eropa dan Gejolak Bahrain:

Delegasi HAM Parlemen Eropa Dicekal di Bahrain

Story Code : 721392
Pier Antonio Panzeri, the chairman of the European Parliament
Pier Antonio Panzeri, the chairman of the European Parliament's Subcommittee on Human Rights.jpg
"Saya menyesal untuk memberitahu Anda bahwa Kerajaan Bahrain telah menolak untuk mengizinkan delegasi dari Parlemen Eropa untuk mengunjungi Manama karena alasan teknis, yang kami tidak harapkan," Pier Antonio Panzeri, Ketua delegasi hak asasi manusia Parlemen Eropa, mengatakan pada hari Minggu (29/4).

Pada 4 April, para pejabat Bahrain tidak mengizinkan seorang anggota parlemen Denmark dan seorang aktivis hak asasi manusia Irlandia, yang dijadwalkan akan bertemu aktivis Bahrain, untuk memasuki negara itu.

Anggota parlemen Denmark Aslan Rasmon dan aktivis Irlandia Brian Dooley telah merencanakan untuk bertemu dengan aktivis hak asasi manusia Bahrain yang dipenjara, termasuk mantan presiden Pusat Hak Asasi Manusia Bahrain Abdulhadi Al-Khawaja, untuk mengetahui tentang realitas kebebasan sipil di kerajaan itu.

Khawaja saat ini menjalani hukuman seumur hidup karena dituduh merencanakan hendak menggulingkan rezim Manama.

Aktivis politik terkenal telah dilaporkan mengalami penyiksaan fisik dan seksual saat berada di penjara, membutuhkan operasi empat jam di sebuah rumah sakit militer setelah luka di kepalanya. Keluarganya juga dilecehkan sejak dia dipenjara.[IT/r]
Comment


{DOC_TRANSLATES_BLOCK}