0
Wednesday 20 May 2020 - 18:19
Palestina vs Zionis Israel:

Mahmoud Abbas: Palestina Tarik Diri dari Semua Perjanjian

Story Code : 863838
Mahmoud Abbas, Palestinian President  speaks at the Palestinian Peace and Freedom Forum in Ramallah, West Bank.jpg
Mahmoud Abbas, Palestinian President speaks at the Palestinian Peace and Freedom Forum in Ramallah, West Bank.jpg
"Organisasi Pembebasan Palestina dan Negara Palestina dibebaskan, sampai hari ini, dari semua perjanjian dan kesepahaman dengan pemerintah Amerika dan Zionis Israel dan semua kewajiban berdasarkan pada kesepahaman dan perjanjian ini, termasuk yang keamanan," kata presiden pada pertemuan kepemimpinan di Ramallah.

Pengumuman ini datang sebagai tanggapan atas rencana Netanyahu untuk mencaplok permukiman Yahudi di Tepi Barat, yang diuraikan dalam 'Kesepakatan Abad Ini' yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump dan diumumkan pada Januari.

Abbas menegaskan dia melihat Zionis Israel sebagai "kekuatan pendudukan" ketika datang ke Tepi Barat.

"Otoritas Pendudukan Zionis Israel sekarang harus memikul semua kewajibannya sebagai kekuatan pendudukan tanah-tanah Palestina. Dia harus menanggung semua konsekuensinya, dan hukum kemanusiaan internasional dan Konvensi Jenewa juga memberi tanggung jawab kepada Otoritas Pendudukan untuk merawat penduduk yang diduduki," Kata Abbas.

Perjanjian-perjanjian yang kini dianggap tidak sah oleh PA termasuk Perjanjian Oslo (1993), Perjanjian Hebron (1997) dan Perjanjian Sungai Wye (1998), yang menetapkan parameter keamanan antara PA dan Zionis Israel di Tepi Barat.

Abbas menuduh AS, menyebutnya sebagai "mitra kunci" bagi Zionis Israel dan mengatakan dia meletakkan "tanggung jawab penuh" pada administrasi Trump untuk "pendudukan rakyat Palestina."
AS tampaknya mendukung rencana aneksasi oleh Israel. Menlu Mike Pompeo bulan lalu menyatakan bahwa itu "pada akhirnya" keputusan Zionis Israel, tetapi para pemimpin AS akan berkonsultasi "secara pribadi" dengan pemerintah Zionis Israel jika rencana itu dilanjutkan.

Kesepakatan yang diusulkan Trump memberikan kemerdekaan bersyarat pada Palestina telah dikritik karena mendukung Zionis Israel dan ditolak oleh Palestina dan dikecam oleh negara-negara Arab dan Eropa. Rencana tersebut termasuk perubahan wilayah yang menguntungkan Zionis Israel di Yerusalem dan Tepi Barat, dianeksasi oleh Yordania pada tahun 1949 dan diambil oleh Zionis Israel dalam perang 1967.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment