0
Sunday 7 April 2019 - 21:54

Afrika Selatan Ubah Misi Diplomatik dengan Israel, Jadi Kantor Biasa

Story Code : 787415
Demo warga Afrika Selatan terhadap israel
Demo warga Afrika Selatan terhadap israel
Dalam pidatonya baru-baru ini di Institut Urusan Internasional Afrika Selatan di Johannesburg, Menteri Hubungan Internasional dan Kerjasama Lindiwe Sisulu mengumumkan bahwa "tahap satu telah selesai" dalam menurunkan hubungan dengan rezim Zionis.

Afrika Selatan, katanya, telah menurunkan kedutaannya di Tel Aviv menjadi kantor penghubung dengan fungsi terbatas dan tidak akan menggantikan utusannya ke wilayah-wilayah pendudukan, yang ditarik pada Mei lalu sebagai protes terhadap tindakan keras Israel terhadap protes anti-pendudukan Gaza.

"Duta Besar kami kembali ke Afrika Selatan dan kami tidak akan menggantikannya," kata Sisulu pada pidatonya, yang dipublikasikan di situs web kantornya, Jumat, 05/04/19.

"Kantor penghubung kami di Tel Aviv tidak akan memiliki mandat politik, mandat perdagangan dan mandat kerjasama pembangunan. Ia tidak akan bertanggung jawab atas kegiatan perdagangan dan komersial. Fokus dari Kantor Penghubung adalah pada [layanan] konsuler dan fasilitasi hubungan orang-ke-orang, "tambahnya.

Pada bulan Desember 2017, partai Kongres Nasional Afrika (ANC) yang berkuasa di Afrika Selatan memutuskan untuk menurunkan misi negara di Tel Aviv dalam sebuah ungkapan "dukungan praktis" untuk rakyat Palestina yang tertindas, memperingatkan Israel bahwa mereka harus membayar harga pelanggaran "hak asasi manusian dan pelanggaran hukum internasional.

Bulan lalu, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menekankan tekad pemerintahnya untuk melanjutkan keputusan ANC.

Di tempat lain dalam pidatonya, Sisulu mengatakan bahwa posisi Afrika Selatan pada rezim zionis "sangat jelas" dan telah diungkapkan oleh partai yang berkuasa.

Dia lebih lanjut mengkritik AS karena memveto resolusi apa pun terhadap rezim di Dewan Keamanan PBB.

Duta Besar Palestina untuk Afrika Selatan Hashem Dajani menyambut baik langkah anti-Zionis Afrika Selatan.

"Afrika Selatan mewakili nilai-nilai martabat, kebebasan dan keadilan, dan sepenuhnya menyadari pentingnya peran perintis dalam solidaritas internasional dengan orang-orang yang tertindas di dunia, terutama orang-orang Palestina", kata Duta Besar Palestina.

Basem Naim, juru bicara gerakan perlawanan Hamas yang bermarkas di Gaza, juga berterima kasih kepada Afrika Selatan atas "langkah-langkah yang telah diambil untuk mengekspresikan kemarahannya pada kebijakan apartheid negara pendudukan Israel." [IT]



 
Artikel Terkait
Comment