0
Sunday 21 July 2019 - 14:47

Larijani: IRGC Merespons Pembajakan Inggris

Story Code : 806141
Larijani: IRGC Merespons Pembajakan Inggris

Ketua Parlemen Iran Ali Larijani melontarkan komentar mengacu pada penyitaan kapal tanker minyak Inggris di Selat Hormuz pada hari Jumat.

"Inggris melakukan pembajakan dan kami menanggapinya," kata Larijani dalam sesi terbuka Parlemen hari Minggu (21/7/19).

Pernyataan itu muncul ketika anggota parlemen Hosseinali Haji Deligani mengkritik Parlemen karena tidak mengeluarkan pernyataan yang mendukung langkah IRGC. "Kami berharap bahwa Parlemen akan berbicara tentang tindakan terhormat IRGC dan Angkatan Laut dalam merebut kapal tanker minyak Inggris."

IRGC menyita tanker minyak berbendera Inggris ‘Stena Impero’ pada hari Jumat (19/7/19) atas pelanggaran aturan laut internasional.

Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Ramezan Sharif mengatakan pada hari Sabtu bahwa kapal tanker minyak Inggris dikawal oleh Angkatan Laut Inggris dan ditangkap setelah mengabaikan peraturan maritim internasional dengan berlayar ke Selat Hormuz ke arah yang salah, meningkatkan risiko tabrakan dengan kapal lain.

Kapal tanker Inggris disita oleh Garda Revolusi Iran atas permintaan provinsi selatan Pelabuhan Hormozgan dan Organisasi Maritim, ungkapnya, seraya menambahkan bahwa kapal tanker itu telah mematikan Trackernya karena melanggar peraturan laut internasional, menggunakan jalur keluar untuk masuk ke Selat Hormuz bukannya bergerak menuju pintu masuk Teluk Persia, meningkatkan risiko kecelakaan.

Penyitaan ini terjadi ketika Angkatan Laut Kerajaan Inggris di Gibraltar menyerbu Grace 1 milik Iran dan menahannya pada 4 Juli, menuduhnya membawa minyak ke Suriah dalam kemungkinan pelanggaran sanksi Uni Eropa terhadap negara Arab itu. Iran mengutuk tindakan itu sebagai "pembajakan" dan memanggil duta besar Inggris untuk memprotesnya, menyoroti bahwa kedua kapal tanker itu tidak menuju Suriah, juga Iran bukan anggota UE dan akan dikenakan embargo minyak Eropa.

"Tidak seperti pembajakan di Selat Gibraltar, tindakan kami di Teluk Persia adalah menegakkan aturan maritim internasional," tulis Menteri Luar Negeri Iran Zarif dalam tweet pada hari Sabtu.(IT/TGM)
Artikel Terkait
Comment