0
Thursday 17 October 2019 - 14:06

Indonesia Optimistis Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Story Code : 822596
Duta Besar Hasan Kleib memimpin Sidang Komite Pembangunan dan Kekayaan Intelektual, Jenewa, Swiss. (mission-indonesia)
Duta Besar Hasan Kleib memimpin Sidang Komite Pembangunan dan Kekayaan Intelektual, Jenewa, Swiss. (mission-indonesia)
"Kami sudah di New York dan masih penggalangan (dukungan) di hari menjelang pemilihan. Insya Allah berhasil, optimis dan yakin negara-negara vote sesuai komitmennya," kata Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Hassan Kleib, yang sudah tiba di New York, Amerika Serikat, untuk pemilihan DHAM, Rabu, 16 Oktober 2019.
 
Seperti dilansir Medcom, pada Kamis, 17/10/19, Hassan menuturkan selain melakukan kampanye Indonesia juga menyampaikan dokumen 'janji dan komitmen' ke Dewan HAM, serta negara-negara anggota PBB.

"Kita sebagai observer Dewan HAM di Jenewa juga sangat aktif berkontribusi dan partisipasi intervensi di berbagai pembahasan isu HAM-nya," imbuh Hassan.
 
Di tengah kisruh HAM di Papua, dan demonstrasi yang mengakibatkan beberapa nyawa melayang, Indonesia tetap optimis maju sebagai anggota DHAM.
 
"Negara lebih melihat ke perkembangan dan komitmen HAM kita," terangnya.
 
Dalam rapatnya bersama Komisi I DPR, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menuturkan Indonesia akan berhadapan dengan Irak, Korea Selatan, Jepang, dan Marshall Island untuk memperebutkan empat kursi Dewan HAM PBB bagi negara kawasan Asia Pasifik.
 
"Indonesia saat ini sedang mencalonkan diri untuk menjadi dewan HAM PBB periode 2020-2022. Pendekatan kepada negara anggota PBB telah kami lakukan sejak 2016 lalu. Kami juga terus melakukan lobi yang lebih intensif sejak tahun lalu," kata Retnobulan lalu.
 
Indonesia mengusung tema 'A True Partner for Democracy, Development and Social Justice' untuk pencalonan DHAM PBB.
 
Indonesia membutuhkan setidaknya 97 suara untuk bisa memenangi satu kursi Dewan HAM PBB dari perwakilan negara Asia Pasifik. Namun, pihak Kemenlu sendiri enggan membocorkan dukungan suara yang sudah berhasil Indonesia dapatkan.
 
Pemilihan akan dilakukan pada Kamis, 17 Oktober 2019, pukul 10.00 waktu Amerika Serikat, yang berarti pukul 21.00 WIB. Seluruh negara anggota PBB, tuturnya, akan ikut serta dalam pemungutan suara rahasia atausecret ballotitu. [IT/Medcom]


 
Artikel Terkait
Comment