0
Saturday 21 March 2020 - 18:21
Iran dan Virus Corona:

Rouhani Mengharapkan Pembatasan Virus di Iran Mereda dalam Dua Minggu

Story Code : 851764
Hasan Rouhani -Iranian President.jpg
Hasan Rouhani -Iranian President.jpg
Langkah-langkah pembatasan sosial untuk menghentikan berjangkitnya virus corona di negara itu akan diperlukan selama dua atau tiga minggu karena wabah itu diperkirakan akan mereda pada saat itu, kata Rouhani pada hari Sabtu (21/3).

Langkah-langkah tersebut meliputi pembatasan perjalanan dan penutupan sekolah.

Presiden mendesak orang-orang untuk tetap di dalam rumah dan membatasi interaksi sosial mereka sebanyak yang mereka bisa untuk membantu memperlambat penyebaran virus menular.

Dia membuat komentar dalam sebuah pidato pada pertemuan kantor pusat nasional negara itu yang bertugas menagani wabah virus corona, COVID-19.

Rouhani mengatakan "unsur-unsur anti-revolusioner" telah mengatur plot untuk menutup produksi ekonomi Iran, mencatat bahwa setiap tindakan yang diperlukan perlu diambil untuk "mengembalikan produksi ekonomi ke normal".

COVID-19 melambat di seluruh Iran

Wakil Menteri Kesehatan Iran Alireza Raisi pada hari Sabtu (21/3) menempatkan jumlah total orang yang terinfeksi di seluruh negeri pada 20.610.

“Dengan 123 kematian baru dalam 24 jam terakhir, jumlah kematian akibat virus telah mencapai 1.556. Sayangnya, kami memiliki 966 kasus baru sejak kemarin,” katanya di TV pemerintah.

Raisi juga mengatakan bahwa sejauh ini 7.635 pasien telah pulih dari infeksi.

Dia mengatakan wabah itu menunjukkan tanda-tanda melambat di hampir semua provinsi, termasuk provinsi yang paling terpukul seperti Tehran dan Mazandaran.

"Orang Iran dirugikan oleh coronavirus dan terorisme ekonomi AS"

Dalam sebuah pesan yang dikeluarkan kepada rakyat Amerika pada hari Jumat, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, sanksi "brutal" AS yang dipaksakan secara sepihak terhadap negara Iran merampok sejumlah besar warga Iran kesehatan, pekerjaan dan sumber pendapatan.

“Pada saat rakyat Iran dirugikan oleh virus korona mematikan dan bentuk terorisme ekonomi AS yang paling brutal dalam sejarah, pemerintah AS tidak mau meninggalkan kebijakan jahat tekanan maksimumnya; dan dengan demikian dalam praktiknya membantu penyebaran virus ini dengan sanksi-sanksinya. "

Rouhani mendesak rakyat Amerika untuk tidak membiarkan sikap bermusuhan pemerintah saat ini terhadap Iran yang akan menodai sejarah negara mereka.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment