0
Monday 6 April 2020 - 03:44
AS dan Virus Corona:

Timeline Ucapan Trump Sebelum dan Saat AS Menghadapi Wabah Virus Corona

Story Code : 854898
Donald Trump .US President.jpg
Donald Trump .US President.jpg
Tak lama berselang, ketika virus corona menyerang Eropa dan AS, Trump mulai membandingkan jumlah kematian dari Covid-19 dengan kematian akibat Flu musiman.
 
"Flu di negara kita membunuh 25.000 orang menjadi 69.000 per tahun," kata Trump pada 9 Februari seperti dilansir dari CBS News.
 
Ucapannya saat itu dinilai telah menyepelekan angka kematian 15 orang di negaranya saat itu.
 
Akan tetapi, ucapan Trump berubah lagi pada 31 Maret.
 
Dia berkata, "Ini (virus corona) bukan flu (musiman). Ini ganas," kata Trump pada wartawan di Gedung Putih saat jumpa pers berita harian tentang virus corona.
 
Pada Februari, Trump juga memperkirakan angka kematian di AS akan menjadi nol setelah dilaporkan sebanyak 15 orang tewas akibat virus tersebut.
 
Kini, pemerintah AS sedang mempersiapkan negara mereka untuk 'kemungkinan serius' akan kematian 100 ribu orang atau mungkin lebih.
 
Berikut ini beberapa ucapan Presiden AS Donald Trump yang mengomentari kasus seputar virus corona sejak Januari 2020 disarikan dari CBS News.
 
Sekaligus banyak kasus yang dilaporkan di AS berdasarkan data resmi Universitas Johns Hopkins.
 
22 Januari 2020, 1 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif. 
 
Trump mengatakan, "Kami punya rencana dan kami bisa mengatasinya dengan baik.
 
Kami telah mengatasinya dengan baik." Dia juga mengatakan, "Semua dalam pengawasan.
 
Ada satu orang dari China yang datang dan kami telah mengaturnya dengan baik. Segalanya akan baik-baik saja."
 
24 Januari 2020, 2 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif. 
 
Presiden Trump mengapresiasi China atas usaha dan transparansi yang dilakukan Beijing.
 
Di tanggal ini pula, Trump menyatakan dalam kicauannya di Twitter tentang virus corona untuk pertama kalinya.
 
Dia menyatakan, "China telah bekerja sangat keras untuk mengalahkan virus corona. 

AS sangat mengapresiasi usaha dan transparansi pemerintah China. Semua akan baik-baik saja.
 
Atas nama rakyat AS saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Xi."
 
29 Januari 2020, 5 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif.
 
Trump mengunggah pernyataan di dalam Twitternya, "Saya baru saja selesai rapat singkat tentang virus corona di China dengan seluruh organisasi hebat kita, yang telah bekerja sama begitu dekat dengan China.
 
Kita akan melanjutkan pengawasan terkait perkembangan virus ini.
 
Kita punya pakar paling baik di dunia yang siaga 24 jam dalam sehari, tujuh hari dalam sepekan!"
 
30 Januari 2020, 7 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif. 
 
Trump berkata dalam pidato di Michigan Manufacturing Plant, "Kami pikir segalanya sudah dalam pengendalian kita. Kita punya sedikit masalah saat ini, lima orang tewas akibat virus corona.
 
Namun, kami akan bekerja intens dengan China dan negara-negara lain dan kami yakin akan berakhir baik... Saya bisa meyakinkan kepada Anda."
 
31 Januari 2020, 8 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif. 
 
Presiden Trump menangguhkan perjalanan wisata dari China. 

Pemerintah AS juga mendeklarasikan darurat kesehatan publik.
 
7 Februari 2020, 11 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif. 
 
Trump mengatakan, "Saya baru saja bercakap-cakap panjang lebar dan menyenangkan via telepon dengan Presiden Xi dari China.
 
Dia sangat kuat, tegas dan sangat fokus dalam memimpin perlawanan terhadap wabah virus corona.
Menurut Presiden Xi, mereka merasa baik-baik saja, bahkan membangun rumah sakit hanya memerlukan beberapa hari.
 
Tidak ada yang mudah memang tapi dia akan berhasil.
 
Khususnya ketika cuaca mulai hangat dan virus mulai melemah dan hilang.
 
Sebuah peraturan disiplin telah diberlakukan di China, sebagaimana Presiden Xi memimpin dengan tegas tindakan yang akan berhasil nantinya.
 
Kami sedang bekerja sama intens dengan China saat ini untuk membantu!"
 
10 Februari 2020, 12 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif. 
 
Trump menyatakan dalam pertemuan di Gedung Putih bersama para gubernur dari negara bagian.
 
Dia menyampaikan hasil diskusinya dengan Presiden Xi.
 
Menurut Trump, Presiden Xi Jinping sangat percaya diri. Presiden Xi percaya pada April mendatang, ketika cuaca mulai panas, virus ini akan mulai surut.
 
23 Februari 2020, 51 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif. 
 
Trump mengatakan bahwa situasi di AS masih sangat terkendali.
 
Dia mengatakan kepada wartawan, "Kami sangat terlibat, kami sangat sadar dengan apa yang terjadi. Dan hal ini masih sangat terkendali di negara ini."
 
24 Februari 2020, 51 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif. 
 
Di Twitternya, Trump mengatakan, " Virus corona masih dalam kendali di AS.
 
Kami terlibat dengan banyak orang dan negara-negara relevan. CDC dan WHO telah bekerja sama dan sangat cerdas. Stok pasar juga tampak baik bagi saya!"
 
26 Februari 2020, 58 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif. 
 
Dari Gedung Putih, Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa dalam beberapa hari, dirinya percaya angka kasus akan surut menjadi nol.
 
27 Februari 2020, 60 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif.
 
Trump berkata dalam rapat antara pimpinan Afrika dan AS, "(wabah ini) akan segera berakhir. Suatu hari seperti keajaiban, wabah ini akan menghilang."
 
29 Februari 2020, 74 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif.
 
Trump mengatakan pada Konferensi Aksi Politis Konservatif, "Kita telah melakukan hal terbaik. Saya perlu tahu siapa saja para profesional ini. Mereka luar biasa. Segalanya berada dalam kendali.
 
Mereka sangat keren, mereka telah berhasil dan melakukan dengan baik. Segalanya terkendali."
 
Dari konferensi itu, satu orang anggota dinyatakan positif terjangkit virus corona dan dikarantina.
 
29 Februari 2020, 74 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif dan 1 kematian pertama dilaporkan. 
 
"Kami telah melakukan tindakan agresif untuk melawan virus corona. Tindakan ini adalah yang paling agresif yang dilakukan oleh negara mana pun."
 
Trump juga menjelaskan kalau AS adalah negara dengan angka perjalanan nomor satu dalam perjalanan global, namun kasusnya jauh lebih sedikit daripada negara lain yang sedikit perjalanan globalnya.
 
Hal ini disampaikan Trump pada Pengarahan Satuan Tugas di Gedung Putih.
 
4 Maret 2020, 217 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif. 
 
Trump menyampaikan pada saat rapat dengan eksekutif perusahaan maskapai di Gedung Putih, "Ya, saya pikir di mana orang-orang ini terbang, kondisinya aman untuk terbang.
 
Dan sebagian besar (perjalanan) dunia sangat aman untuk (ditempuh dengan) penerbangan. Jadi kami tidak ingin mengatakan apa pun selain itu.
 
Dan kami telah menutup bagian tertentu dari dunia, terus terang, dan mereka telah menutup (penerbangan) secara otomatis juga."
 
6 Maret 2020, 402 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif. 
 
Trump mengatakan, "Siapa pun yang ingin mendapatkan tes virus bisa mengaksesnya... tesnya bagus semua, seperti halnya surat dan transkripnya juga sempurna, kan?" ujar Trump di markas CDC di Atlanta.
 
9 Maret 2020, 959 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif. 
 
Trump membandingkan angka kematian antara korban virus corona dengan flu musiman.
 
"Pada tahun lalu, sebanyak 37 ribu warga AS tewas karena flu musiman.
 
Rata-ratanya 27 ribu dan 70 ribu pertahun. Tidak ada tempat yang ditutup, kehidupan dan perekonomian tetap berlanjut.
 
Kini kita hanya menghadapi 546 kasus infeksi virus corona dengan angka kematian 22 orang. Coba pikirkan!" unggah Trump dalam kicauannya di Twitter.
 
10 Maret 2020, 1.300 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif. 
 
Trump menyampaikan pada pertemuan dengan Senator Republik di Capitol Hill, "Ya (wabah) ini tidak terduga. Ini adalah sesuatu yang keluar dari China dan menghantam kita dan banyak negara lain."
 
Trump juga menegaskan untuk tenang, "Kita siap, dan kita telah melakukan pekerjaan hebat. (Wabah) itu akan pergi. Tetap tenang, (wabah) itu akan pergi."
 
11 Maret 2020, 1.700 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif. 
 
Trump mengatakan pada pejabat Gedung Oval, "Kita akan menangguhkan seluruh perjalanan dari Eropa ke AS dalam 30 hari ke depan."
 
12 Maret 2020, 2.200 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif. 
 
Donald Trump menyampaikan dalam rapat dengan Perdana Menteri Irlandia di Gedung Putih, menegaskan bahwa angka kematian di AS rendah karena Trump telah bekerja keras bersama China.
 
13 Maret 2020, 2.700 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif. 
 
Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan, "Darurat Nasional" AS terhadap wabah virus corona pada saat konferensi di Rose Garden Gedung Putih.
 
16 Maret 2020, 6.400 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif. 
 
Trump menyampaikan aturan social distancing dan mengatakan bahwa wabah akan berakhir diperkirakan pada Juli atau Agustus. "Mereka (pakar) pikir pada Agustus atau bisa saja Juli," ujar
 
Trump saat jumpa pers kepada anggota satuan tugas Gedung Putih, "bisa juga lebih lama lagi."
 
24 Maret 2020, 65.800 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif. 
 
"Saya ingin negara AS dibuka menjelang Paskah," kata Trump terkait kelonggaran pedoman social distancing di beberapa negara bagian yang dilansir dari Balai Berita Fox News.
 
"Saya berharap pada Minggu Paskah, Anda semua akan memenuhi gereja-gereja di seluruh negara kita."

Dia juga mengatakan, "Ada harapan luar biasa ketika kita melihat ke depan dan melihat cahaya di ujung terowongan."
 
29 Maret 2020, 161.800 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif. "Semakin baik Anda melakukannya (social distancing), semakin cepat seluruh mimpi buruk ini berakhir.
 
Kami memperpanjang aturan ini sampai 30 April untuk menahan penyebaran. Kami berharap bahwa pada 1 Juni 2020, kami akan berada di jalan menuju pemulihan.
 
Sepertinya pada 1 Juni banyak hal besar akan terjadi," ujar Trimp pada Konferensi Pers di Rose Garden Gedung Putih.
 
31 Maret 2020, 213.400 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif.
 
Trump menyampaikan pada pengarahan satuan tugas Gedung Putih terkait virus corona bahwa dua minggu ke depan bisa menjadi minggu terburuk. Kemungkinan kematian akan terjadi sebanyak 100 ribu orang.
 
Dia juga berkata, "Ini bukan flu. (Virus) ini berbahaya." Dia menyampaikannya pada pengarahan satuan tugas virus corona di Gedung Putih. 3 April 2020, 273.880 kasus infeksi virus corona dikonfirmasi positif.
 
"Saya katakan sebelumnya, (wabah) ini akan pergi, akan menjauh," ujar Trump pada pengarahan satuan tugas virus corona di Gedung Putih.[IT/r]


 
 
Artikel Terkait
Comment