0
Saturday 26 September 2020 - 15:43
Invasi Saudi Arabia di Yaman:

Ansarullah Menantang Raja Saudi untuk Langsung Menghadapi Iran Jika Dia Punya Keinginan untuk Menyelesaikan

Story Code : 888527
Mohammad Ali Al-Houthi- Head of Yemen’s Revolutionary Committee.jpg
Mohammad Ali Al-Houthi- Head of Yemen’s Revolutionary Committee.jpg
Ketua Komite Revolusi Tertinggi Yaman Mohammed-Ali al-Houthi membuat pernyataan dalam tweet sarkastik pada hari Jumat (25/7).

"Raja Salman tahu betul bahwa Yaman hanya memerangi Amerika yang menggunakan tanah Saudi dan senjata buatan AS untuk berperang melawan bangsa Yaman," kata al-Houthi.

"Jika raja Saudi memiliki masalah untuk diselesaikan dengan Iran, dia lebih baik menghadapi negara itu secara langsung," tambahnya.

Pejabat Ansarullah membuat pernyataan tersebut sebagai reaksi atas pidato virtual raja Saudi di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-75, di mana dia mengatakan bahwa Riyadh tidak akan melepaskan tangannya dari negara Yaman sampai "menyingkirkan dominasi Iran."

Raja Salman menyalahkan Republik Islam atas sebagian besar ketidakstabilan Timur Tengah, dan mengulangi sejumlah tuduhan tak berdasar terhadap Iran, mulai dari "mensponsori terorisme" hingga mencari senjata pemusnah massal.

Video pidato yang dirilis pada hari Rabu (23/9) menunjukkan raja tua itu duduk di kantornya saat dia berjuang untuk membaca teks di kertas, yang dia pegang dengan kedua tangan, tanpa melihat ke kamera.

Raja berusia 84 tahun itu menuduh Iran memberikan dukungan kepada gerakan Ansarullah Yaman yang populer, yang telah membela negara Arab itu dari perang kerajaan 2015-sekarang. Dia sekali lagi menyalahkan Iran atas serangan Yaman 2019 terhadap instalasi minyak Aramco Arab Saudi.

Penguasa Saudi juga membidik kesepakatan nuklir Iran 2015, mengklaim Tehran mengeksploitasi perjanjian tersebut untuk "mengintensifkan kegiatan ekspansionisnya." Dia juga mengklaim "tangan kerajaan diulurkan ke Iran dalam damai dengan sikap positif dan terbuka selama beberapa dekade terakhir, tetapi tidak berhasil."

Iran dengan tegas menolak klaim raja Saudi, dan menyoroti kekejaman rezim Saudi dan pembantaian sipil di Yaman, yang tidak disebutkan Raja Salman selama pidatonya.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment