0
Sunday 18 October 2020 - 01:32

Rusia Mempertimbangkan Kerja Sama Militer Dengan Iran Setelah Embargo Senjata Berakhir

Story Code : 892635
Rusia Mempertimbangkan Kerja Sama Militer Dengan Iran Setelah Embargo Senjata Berakhir

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Moskow akan mempertimbangkan kerjasama teknis militer dengan Iran sejalan dengan kepentingan bersama setelah berakhirnya embargo senjata PBB di Teheran.

“Kami yakin bahwa semua kemungkinan yang berasal dari berakhirnya ketentuan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 yang terkait dengan kerja sama teknis militer dengan Iran akan benar-benar diperhitungkan dan digunakan atas dasar saling menguntungkan dan untuk kepentingan negara. di dua negara bagian kami, ”kata Maria Zakharova, Kamis.

Dia merujuk pada resolusi yang mendukung kesepakatan nuklir multilateral 2015 antara Iran dan kekuatan utama dunia, termasuk Rusia.

Semua pihak dalam pembicaraan tentang program nuklir Iran menyadari sejak awal bahwa tidak ada hubungan antara pembatasan pasokan senjata ke Teheran dan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan program nuklirnya, tambah Zakharova.

Dia menekankan bahwa Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak memberlakukan embargo senjata terhadap Iran pada 2015, tetapi negara itu "secara sukarela melakukan sejumlah pembatasan."

"Itu dilakukan untuk kepentingan hasil yang paling cepat dari pembicaraan tentang Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) untuk menyelesaikan situasi di sekitar program nuklir Iran," kata diplomat Rusia itu.

Dia mencatat bahwa jangka waktu ketentuan terkait telah berakhir.

Zakharova menekankan bahwa Iran adalah "mitra terpercaya" bagi Rusia di banyak bidang kerja sama.

Pada 14 Agustus, Dewan Keamanan PBB hampir dengan suara bulat menolak untuk mendukung rancangan resolusi yang disponsori AS tentang perpanjangan embargo senjata terhadap Iran, yang akan berakhir pada 18 Oktober di bawah JCPOA.(IT/TGM)
Artikel Terkait
Comment