0
Friday 16 April 2021 - 00:27

Pertemuan JCPOA Berakhir; Dan Akan Berbicara Di Tingkat Ahli Untuk Kelanjutan

Story Code : 927418
Pertemuan JCPOA Berakhir; Dan Akan Berbicara Di Tingkat Ahli Untuk Kelanjutan

Pertemuan Komisi Bersama JCPOA antara Iran dan P 4 + 1 berakhir beberapa menit yang lalu di Wina dan kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan diskusi di tingkat ahli.

Iran dan pihak yang tersisa dalam kesepakatan nuklir Iran atau JCPOA mengadakan pertemuan dalam kerangka Komisi Gabungan JCPOA pada Kamis sore. Pertemuan itu berlangsung selama satu setengah jam, menurut laporan media.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbass Araghchi mengkritik reaksi lemah partai-partai Eropa terhadap sabotase baru-baru ini di fasilitas nuklir Natanz Iran. Dia mengutuk serangan terhadap Natanz sebagai contoh terorisme nuklir dan pelanggaran terang-terangan terhadap aturan internasional, dan menekankan bahwa pihak Eropa seharusnya dengan suara bulat dan keras mengutuk serangan tersebut.

Araghchi menekankan bahwa tim perunding Iran tidak ingin perundingan berlarut-larut dan membuang-buang waktu, dan sebaliknya menekankan bahwa perundingan harus berlangsung dalam kerangka tertentu dan sesuai dengan batas waktu yang dapat diterima.

Berkenaan dengan langkah Iran baru-baru ini dalam memulai pengayaan 60%, kepala delegasi Iran menyatakan bahwa tindakan tersebut diambil dalam kerangka hukum Iran dan sesuai dengan Pasal 26 dan 36 JCPOA untuk memenuhi beberapa kebutuhan medis negara itu. .

Menurut laporan media, pertemuan kedua kelompok ahli, yang dimulai minggu lalu untuk konsultasi teknis tentang dua bidang bantuan sanksi dan masalah nuklir, akan terus berlanjut. Hasil pertemuan mereka akan diumumkan ke Komisi Bersama JCPOA.

Sebelumnya, Presiden Hassan Rouhani mengatakan bahwa keputusan Iran untuk mulai memperkaya uranium hingga 60% merupakan tanggapan atas "tindakan jahat" yang dilakukan oleh musuh-musuh Iran.

Iran berjanji memulai pengayaan 60% menyusul dugaan tindakan sabotase Israel di situs nuklir Iran Natanz. Teheran mengutuk keras sabotase tersebut sebagai tindakan "terorisme."(IT/TGM)
Artikel Terkait
Comment