1
Wednesday 12 May 2021 - 09:15
Palestina vs Zionis Israel:

Haniyeh Memberitahu Israel: 'Hamas Siap untuk Semua Skenario' 

Story Code : 932160
Ismail Haniyeh, the head of the political bureau of the Palestinian resistance movement, Hamas
Ismail Haniyeh, the head of the political bureau of the Palestinian resistance movement, Hamas
Ismail Haniyeh mengatakan dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada Selasa (11/5) malam bahwa gerakan tersebut telah mengambil keputusan tegas untuk tidak menghentikan perlawanan selama rezim Zionis Israel melanjutkan kejahatan dan pelanggarannya di Yerusalem al-Quds yang diduduki dan di Masjid Al-Aqsa.

"Kami memiliki hak untuk menanggapi serangan Zionis Israel dan melindungi kepentingan rakyat kami selama pendudukan Zionis Israel terus meningkat," kata Haniyeh.

Pejabat tinggi Hamas dielu-elukan sebagai "kemenangan" dan "keseimbangan kekuatan" baru dari roket besar di Zionis Israel, termasuk 130 roket yang belum pernah terjadi sebelumnya yang ditembakkan ke Tel Aviv dan daerah pinggiran kota pada hari sebelumnya, dan mengatakan gerakan perlawanan Palestina tidak akan melakukannya. kalau  Yerusalem al-Quds dibiarkan sendirian.

"Kami telah meraih kemenangan dalam pertempuran untuk Yerusalem, pertahanan Yerusalem," kata Haniyeh. "Hamas siap untuk setiap skenario, apakah eskalasi atau gencatan senjata ... Kami, sebagai orang Palestina, tidak akan meninggalkan Yerusalem dan perlawanan, menganggap pendudukan bertanggung jawab penuh atas eskalasi."

Secara spesifik, ada panggilan mendesak sejak kemarin dan sampai sekarang dengan saudara-saudara di Mesir, Qatar juga dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kami mengatakan kepada semua orang bahwa yang telah menyalakan api di Yerusalem dan al-Aqsa dan api yang meluas ke Gaza adalah pendudukan Israel, oleh karena itu, bertanggung jawab atas konsekuensinya," tambahnya.

Haniyeh mengatakan "hubungan antara Gaza dan Yerusalem al-Quds tidak dapat diubah," menggarisbawahi bahwa kota suci telah menyusun "skala kekuatan" baru di tingkat politik. "Kami tegaskan bahwa kami tidak akan mundur pada persamaan ' pemboman untuk pemboman 'yang coba diterapkan oleh perlawanan Palestina pada pendudukan Zionis Israel, " tambah Haniyeh.

Dalam pidatonya di televisi, kepala biro politik Hamas menyoroti persatuan warga Palestina dalam perjuangan mereka melawan pendudukan Israel dan mengatakan bahwa Hamas sejauh ini telah bertindak di tiga bidang. "Yang pertama adalah front al-Quds, yang kedua adalah front Gaza ... dan yang ketiga adalah Palestina di tanah yang diduduki pada tahun 1948," katanya.

Haniyeh juga menggarisbawahi bahwa gerakan perlawanan akan tetap menjadi perisai lapis baja rakyat Palestina dan akan terus menangkis agresi Israel dengan cara apapun.

Pejabat tinggi Hamas membuat pernyataan setelah gerakan perlawanan Palestina menembakkan sejumlah roket ke Zionis Israel, mengenai Tel Aviv dan daerah sekitarnya sebagai pembalasan atas agresi rezim terhadap Jalur Gaza. [IT/r]
Artikel Terkait
Comment