0
Saturday 8 January 2022 - 23:00
Invasi Saudi Arabia di Yaman:

Pesawat-pesawat Tempur Saudi Tingkatkan Pengeboman Di Berbagai Daerah Pemukiman Yaman

Story Code : 972577
Pesawat-pesawat Tempur Saudi Tingkatkan Pengeboman Di Berbagai Daerah Pemukiman Yaman
Pesawat-pesawat tempur Saudi melakukan empat serangan udara terhadap pinggiran kota Saada di barat laut Yaman pada Sabtu (8/1) pagi, jaringan al-Masirah Yaman melaporkan.

Laporan awal menunjukkan bahwa seorang warga sipil menjadi martir dan seorang wanita menderita luka-luka dalam serangan itu.

Beberapa jam sebelumnya, jet tempur Saudi telah meluncurkan 45 serangan udara terhadap berbagai daerah di provinsi selatan Yaman, Shabwah.

TV Al-Masirah melaporkan bahwa serangan udara menghantam distrik Usaylan, Bayhan dan Ain. Tidak ada laporan segera mengenai korban atau tingkat kerusakan.

Pesawat Saudi juga membombardir daerah al-Balaq di distrik Wadi Ubaidah di provinsi pusat penghasil minyak Yaman, Marib, sekitar 175 kilometer timur ibukota, Sanaa, pada 16 kesempatan, meskipun tidak ada laporan tentang kemungkinan korban segera tersedia.

Tiga serangan udara lainnya menargetkan distrik al-Jubah dan Sirwah di provinsi Yaman yang sama.

Pesawat-pesawat tempur Saudi juga melakukan tujuh serangan udara terhadap sebuah daerah di distrik Abs di provinsi Hajjah, barat laut Yaman.

Pesawat militer Saudi juga melancarkan dua serangan udara terhadap distrik Khabb wa ash Sha'af di provinsi Jawf, Yaman utara. Tidak ada laporan segera tentang kemungkinan korban.

Arab Saudi, yang didukung oleh Amerika Serikat dan sekutu regional, melancarkan perang terhadap Yaman pada Maret 2015, dengan tujuan membawa pemerintah Hadi kembali berkuasa dan menghancurkan gerakan perlawanan Ansarullah yang populer.

Perang telah menyebabkan ratusan ribu orang Yaman tewas dan jutaan lainnya mengungsi. Itu juga telah menghancurkan infrastruktur Yaman dan menyebarkan kelaparan dan penyakit menular di sana.

Terlepas dari pengeboman tak henti-hentinya Arab Saudi yang bersenjata lengkap di negara miskin itu, angkatan bersenjata Yaman dan Komite Populer telah tumbuh dengan mantap dalam kekuatan melawan penjajah yang dipimpin Saudi dan membuat Riyadh dan sekutunya macet di negara itu. [IT/r]
Artikel Terkait
Comment