0
Tuesday 11 January 2022 - 06:14

WAFA: Palestina Memanggil Diplomat Belanda terkait Pengakhiran Pendanaan Untuk CSO Palestina

Story Code : 972963
Kees Van Bar (IMEMC).
Kees Van Bar (IMEMC).
Wakil Menteri Luar Negeri Amal Jadou memanggil kepala Kantor Perwakilan Belanda untuk Palestina Kees van Baar untuk menyampaikan surat protes resmi atas keputusan pemerintah Belanda baru-baru ini dalam mengakhiri pendanaan untuk Uni Komite Pekerjaan Pertanian (UAWC) yang berbasis di Ramallah.

UAWC adalah salah satu dari enam organisasi masyarakat sipil utama Palestina yang diccap Israel sebagai 'kelompok teroris' Oktober lalu. UWAC memberikan bantuan langsung kepada warga Palestina, termasuk dengan merehabilitasi tanah yang berisiko disita oleh Israel. UWAC juga membantu puluhan ribu petani di Area C – lebih dari 60 persen Tepi Barat yang diduduki di bawah kendali langsung militer Israel, dan di mana sebagian besar permukiman ilegal Israel dan infrastrukturnya berada.

Jadou mengungkapkan keterkejutan dan kekecewaan Palestina atas keputusan tersebut, yang akan memiliki konsekuensi langsung merugikan pada kehidupan puluhan ribu keluarga rentan yang mencari nafkah dari kegiatan yang menghasilkan pendapatan berbasis agro di ribuan dunam lahan pertanian di Area C. 

Dia juga menunjukkan bahwa hasil investigasi eksternal  Kementerian Perdagangan Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Belanda mendukung UAWC, terutama bahwa investigasi tersebut tidak menemukan bukti bahwa UAWC memiliki hubungan organisasi dengan PFLP, dan dengan demikian tidak mendukung tuduhan Israel terhadap UAWC.

Jadou menambahkan bahwa keputusan pemerintah Belanda untuk menarik dana dari UAWC sejalan dengan kampanye hasutan Israel yang sistematis dan jahat terhadap UAWC, khususnya, dan masyarakat sipil Palestina pada umumnya, dengan kampanye semacam itu yang bertujuan untuk mencemarkan nama baik organisasi masyarakat sipil  Palestina, terutama yang memberikan layanan kepada petani dan komunitas Palestina di Area C.

Diplomat Palestina mendesak Belanda untuk segera membalikkan keputusan tidak adil ini, yang menjadi preseden berbahaya karena merusak pekerjaan organisasi masyarakat sipil  Palestina, yang berperan kunci dalam memperkuat ketabahan orang-orang Palestina di tanah mereka dalam menghadapi kolonialisme dan kekerasan pemukim Israel.[IT/AR]
Artikel Terkait
Comment