0
5
Komentar
Monday 11 May 2015 - 13:16

Senyum Merekah Pejuang Hizbullah di Qalamoun

Story Code : 459851
Tentara Suriah dan Hizbullah sedang melepas lelah
Tentara Suriah dan Hizbullah sedang melepas lelah
Tepat di tengah pegunungan terjal dekat perbatasan Libanon, bendera kuning khas Hizbullah berkibar gagah di jantung kamp elemen-elemen Takfiri yang ditinggalkan.

Kemenangan di pegunungan strategis Qalamoun merupakan titik terang tidak saja untuk keamanan dan stabilitas pemerintah Suriah, namun juga bagi Libanon. Sebab Hizbullah, memegang kendali pegunungan yang menunjukkan kekuatan fital di kedua negara.

Sebuah tim wartawan dari Associated Press (AP) pada Ahad, 10/05/15, melakukan perjalanan bersama Hizbullah ke Qalamoun dan menemukan senyum-senyum sumringah dari pejuang Hizbullah yang bangga menunjukkan beberapa jebakan dan makanan yang ditinggal oleh elemen-elemen Takfiri binaan Arab Saudi, Qatar, Turki dan negara-negara Timur Tengah. Sementara sang komandan di tengah-tengah mereka dengan ramah dan senyum mengembang berjanji akan terus bergerak maju sampai pejuangnya benar-benar berhasil melindungi Libanon dan Suriah dari sergapan Takfiri di Qalamoun.

Secara strategis, pegunungan Qalamoun di Suriah berada tepat di perbatasan dengan Libanon. Menjulang laksana menara abadi dekat ibukota Suriah, Damaskus, sekaligus basis kekuasaan Suriah menuju sebuah pesisir, tempat warga Alawit berada.

Sejak pemberontakan dimulai, elemen-elemen Takfiri Front al-Nusra dan ISIS menduduki  medan strategis dan menjadikan Qalamoun sebagai benteng utama mereka selama bertahun-tahun.

Meskipun pejabat Hizbullah mengatakan serangan penuh untuk memulihkan Qalamoun belum dimulai, namun para pejuang Hizbullah pekan terakhir berhasil menguasai area luas dan bukit-bukit strategis disana. Pada Kamis, 08/05/15, pejuang Hizbullah menyerang sebuah wilayah di kota perbatasan Suriah Assal al-Ward yang menghubungkan  pinggiran desa Libanon, Brital.

"Situasi ini lebih baik meski tidak sempurna," kata salah satu prajurit Hizbullah dengan senyuman.

Elemen-elemen Takfiri terbirit-birit meninggalkan kamp mereka untuk menyelamatkan diri, sebab berbagai sisa-sisa makanan, obat-obatan dan perlengkapan lainnya mengotori kamp mereka. Sementara beberapa pejuang Hizbullah sibuk memasang meriam 130 mm dengan moncong mengarah ke Damaskus. Sebuah kotak amunisi terbuat dari kayu tertulis kalimat berbahasa Persia.

Ditempat lain, tembakan bergemuruh terdengar di kejauhan, nampaknya para pejuang Hizbullah sibuk bentrok dengan elemen-elemen Takfiri di sekitar gunung Barouh Suriah utara.

Saat tim wartawan sedang sibuk mengambil gambar dan sebagian melepas lelah, dua buldoser raksasa Hizbullah tiba-tiba keluar dari jalan berpasir di salah satu gunung di kawasan itu. Nampaknya buldoser raksasa itu sedang membersihkan jalan-jalan dari ranjau dan bom tanam peninggalan Takfiri.

Sekitar 3.000 elemen-elemen Takfiri berada di wilayah Qalamoun, dengan kekuatan yang sama antara Front al-Nusra dan kelompok Negara Islam Irak dan Sham (ISIS), kata komandan Hizbullah di Beirut beberapa pekan lalu. Komandan itu mengatakan, Hizbullah dan tentara Suriah mengelilingi Qalamoun dari arah utara, timur dan selatan, serta bagian barat, melilit gerak elemen-elemen Takfiri yang tersisa.

Luas total Qalamoun yang diperebutkan sekitar 1.000 kilometer persegi (386 mil persegi), sementara saat ini, sekitar 340 kilometer persegi (131 mil persegi) terletak di Libanon masih berada di bawah kendali Takfiri.

Nilai strategis pengunungan ini terletak pada posisinya yang berbatasan dengan wilayah Libanon sehingga menjadi jalur suplai logistik dan senjata yang efektif bagi manuver Takfiri di Suriah dan Libanon.

Selain itu, pengunungan ini juga merupakan jalur yang menghubungkan Damaskus dengan beberapa kota di Suriah. Setelah lebih dari sekian tahun dikuasai pemberontak dan menjadi pusat penampungan, pelatihan dan penyaluran Takfiri anti Damaskus, jatuhnya pengunungan ini dapat dianggap sebagai salah satu titik-balik dalam keseluruhan peta strategis peperangan selanjutnya.

Hizbullah dalam sebuah kesempatan menyebut, elemen-elemen Takfiri dari Qalamoun menyapu bersih desa-desa yang dihuni warga Syiah dan Kristen di wilayah Libanon dan membantai penghuninya, hal yang menjadi salah satu alasan utama keterlibatan Hizbullah di Suriah.

"Kami memberikan darah kami, sehingga warga (Libanon) bisa hidup dengan martabat dan keamanan," kata pemimpin Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah beberapa pekan lalu.

Beberapa pengamat militer mengatakan, wilayah Qalamoun merupakan tempat aman dan strategis bagi Takfiri untuk melancarkan serangan ke daerah-daerah Syiah di Libanon, termasuk pinggiran selatan Beirut.

Kelak, perjuangan Hizbullah bakal tercatat kalau sekian tahun pertempuran yang terjadi di Suriah mendatangkan berkah, terbukanya mata banyak umat Islam akan sosok sejati di balik jubah Islam para pemberontak Takfiri di Suriah binaan Arab Saudi, Turki dan beberapa negara Timur Tengah. [IT/onh/Ass]
http://www.<a href='https://www.islamtimes.org' target='_blank'>Islam Times</a>.org/images/docs/files/000459/nf00459851-3.jpg

http://www.<a href='https://www.islamtimes.org' target='_blank'>Islam Times</a>.org/images/docs/files/000459/nf00459851-2.jpg

http://www.<a href='https://www.islamtimes.org' target='_blank'>Islam Times</a>.org/images/docs/files/000459/nf00459851-1.jpg
Artikel Terkait
Comment


agus
Indonesia
bravo hizbullah..jayalah laskar Allah swt
taufik
Indonesia
Maju trus tentara2 Imam Zaman
yudi
Indonesia
Hezbollah, you are one of my heroes... God Bless U
Syiah laknatullah
Serambi Mekkah
Indonesia
Hancurlah hisbulata syiah laknatullahalaih penghina nabi dan para sahabat nabi !!! amiinn