0
Wednesday 16 May 2018 - 01:44

Pembantaian dan Pesta Pora di Palestina

Story Code : 725011
Demo warga Palestina 30 Maret (B
Demo warga Palestina 30 Maret (B'Selem)
Di Palestina, tanggal 15 Mei selalu dikenang rakyat disana sebagai "Hari Kehancuran" (Yaum an-Nakbah). Mereka mentasbihkan hari itu untuk selalu diperingati setiap tahunnya. Dan sialnya, di jaman yang disebut-sebut sebagai Dunia Demokrasi, ternyata masih ada peristiwa besar tentang kebebasan dan pembebasan. Kelugasan informasi memperlihatkan pencekikan nafas-nafas sengal bangsa Palestina, suara-suara parau bangsa tertindas dunia, dan jeritan-jeritan pilu umat Islam. Kecerdikan media menampungnya sebegitu rupa seakan dunia berlalu dengan ketenangan dan kedamaian.

Pada hari ini, di atas petak tanah kecil, berdiri persis di tengah peta besar dunia Israel Raya, ribuan warga Palestina  menggelar peringatan "Great Return March" sejak tujuh pekan lalu. Tidak hanya itu, mereka sekaligus melakukan aksi demo damai menentang pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem (al-Quds).

Menurut laporan Agence France-Presse (AFP) pada Senin (14/05/2018), Zionis bersenjata sedikitnya telah menewaskan 55 dan melukai 2.700 orang di 13 lokasi di Jalur Gaza, Palestina. Ribuan warga Palestina tersungkur bersimbah darah diterjang timah panas serdadu Zionis.

Hari Senin kemarin benar-benar menjadi hari paling berdarah bagi warga yang hidup terkungkung tepat di pusara penjara terbuka terbesar dunia di Jalur Gaza. Dan puncaknya adalah hari ini, Selasa 15 Mei yang menandai 70 tahun peringatan Hari Kehancuran.

Bagi warga Palestina, Hari Nakba yang mereka sebut sebagai يوم النكبة‎ adalah hari peringatan tahunan atas pengusiran bangsa Palestina yang kemudian mendorong terbentuknya "negara" Israel pada tahun 1948. Oleh warga Palestina, hari ini diperingati pada 15 Mei, satu hari setelah tanggal Gregorian yang dianggap sebagai hari kemerdekaan Israel atau Yom Haatzmaut.

Dan tanggal 14 dan 15 Mei tahun ini benar-benar menjadi hari bencana ganda bagi warga Palestina, pembantaian warga Palestina yang mencapai 55 orang,- jumlah ini akan terus meningkat,— dan bencana hari pembukaan kedutaan AS ke Yerusalem (al-Quds).

Dan tanggal 14 dan 15 Mei adalah hari pesta pora bagi Israel. Hari pembukaan resmi kedutaan AS ke Yerusalem yang dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dalam pidatonya yang dilansir CNN, Netanyahu begitu fasih menjelaskan hubungan khusus antara AS dan Arab dengan Zionis.

Sementara Donald Trump mengirim menantu laki-lakinya Jared Kushner dan anaknya Ivanka Trump didampingi pemimpin organisasi Christians United for Israel, pastor John Hagee. Pastor Hagee adalah seorang anti-Islam menyebut bahwa Islam adalah aliran sesat.

Sejak 30 Maret lalu, Zionis telah menewaskan lebih dari 90 warga Palestina termasuk tiga wartawan dan melukai lebih dari 11.000 orang.

Pembantaian Zionis terhadap pendemo di Jalur Gaza memicu kecaman dari berbagai komunitas internasional, termasuk Amnesty Internasional. "Kami menyaksikan pelanggaran menjijikkan terhadap hukum internasional & hak asasi manusia di #Gaza ... Banyak yang melaporkan cedera pada kepala dan dada. Lebih dari 500 orang terluka (sekarang lebih dari 2200) dengan amunisi hidup. Ini harus segera diakhiri!".

Di Palestina, hari-hari ini ada pembantaian dan pesta pora. Tetapi bagi warga Palestina, mereka ingin menunjukkan kepada dunia Islam bahwa mereka bisa menampilkan cara-cara damai, tidak hanya bisa berperang, membunuh, menyusup dan menyelinap. Kepada umat Islam, warga Palestina ingin mengatakan bahwa 15 Mei adalah hari besar untuk mereka semua, hari "Great Return March". Dan kepada dunia, warga Palestina ingin memberikan catatan bahwa 15 Mei adalah peristiwa besar "Hari Kehancuran" sekaligus hari kemenangan umat Islam, dan Zionis selalu kerdil. [Islam Times.org' target='_blank'>Islam Times]



 
Artikel Terkait
Comment