0
Tuesday 19 March 2024 - 01:02
Iran - Suriah:

Jenderal: Iran dan Suriah Harus Mengadakan Konsultasi Terus-menerus untuk Melawan Israel

Story Code : 1123453
Chief of Staff of the Iranian Armed Forces Major General Mohammad Baqeri shakes hands with Syrian Defense Minister Ali Mahmoud Abbas in Tehran
Chief of Staff of the Iranian Armed Forces Major General Mohammad Baqeri shakes hands with Syrian Defense Minister Ali Mahmoud Abbas in Tehran
Pernyataan itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Mohammad Baqeri dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan Suriah Ali Mahmoud Abbas di Tehran, Senin (18/3).

Ia mengatakan, rakyat Palestina yang tertindas dan tidak berdaya telah menciptakan sebuah epik besar dalam perjuangan melawan Zionis Israel sejak awal Oktober.

Ia menegaskan, perlawanan rakyat Palestina di Gaza terhadap serangan “terberat” Zionis Israel selama hampir enam bulan menunjukkan tingginya kekuatan dan kemampuan front perlawanan.

“Kejahatan Zionis Israel terhadap kemanusiaan telah mendiskreditkan para pendukungnya,” kata jenderal penting Iran itu.

Menteri Pertahanan Suriah mengatakan perkembangan global telah berubah setelah Operasi Badai al-Aqsa diluncurkan oleh kelompok perlawanan yang berbasis di Gaza melawan Zionis Israel.

Angkatan bersenjata Iran dan Suriah sebagai anggota front perlawanan telah membuat terobosan besar dalam hubungan timbal balik dan harus lebih meningkatkan hubungan di segala bidang, tambah Abbas.

Jenderal Iran dan kepala pertahanan Suriah bertukar pandangan tentang perkembangan di kawasan, khususnya perang genosida Zionis Israel di Gaza, dan mengutuk berlanjutnya kekejaman rezim dan tidak adanya tindakan di negara-negara tertentu.

Baqeri dan Abbas menekankan bahwa serangan Zionis Israel terhadap rakyat Palestina yang tertindas dan serangan udara terhadap Lebanon dan Suriah menunjukkan bahwa rezim tersebut telah gagal mencapai tujuan yang tidak sah.

Sejak dimulainya perang genosida Zionis Israel setelah Operasi Badai al-Aqsa pada 7 Oktober 2023, setidaknya 31.726 warga Palestina, termasuk banyak perempuan dan anak-anak, telah kehilangan nyawa. Sebanyak 73.729 orang lainnya juga mengalami luka-luka.

Zionis Israel juga telah memberlakukan blokade menyeluruh di wilayah pesisir, memutus pasokan bahan bakar, listrik, makanan, dan air bagi lebih dari dua juta warga Palestina yang tinggal di sana.[IT/r]
Comment