0
Sunday 23 September 2018 - 17:29
Rusia - Zionis Israel:

Moskow: Kecelakaan Pesawat Rusia Sepenuhnya Kesalahan Tel Aviv

Story Code : 751647
Maj. Gen. Igor Konashenkov, Russian Defense Ministry spokesman.jpg
Maj. Gen. Igor Konashenkov, Russian Defense Ministry spokesman.jpg
Berbicara pada konferensi pers pada hari Minggu (23/9), juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov memberikan rincian lebih lanjut tentang jatuhnya pesawat Rusia, menekankan bahwa Tel Aviv melanggar kesepakatan dengan Moskow tentang Suriah.

“Hari ini, kami memberikan informasi terperinci tentang jatuhnya pesawat Ilyushin IL-20 Angkatan Udara Rusia di dekat pantai Suriah pada tanggal 17 September. Kami akan menyajikan laporan menit-demi-menit dari insiden tragis ini yang dibuat berdasarkan pada pembacaan radar yang obyektif termasuk yang dari sistem informasi tampilan udara Plotto,” katanya.

Menurut Konashenkov, Angkatan Udara Zionis Israel memberi Rusia informasi yang menyesatkan tentang wilayah target dari serangan udara di Suriah, yang mencegah komandan pesawat Il-20 untuk me-relokasi ke zona aman sehingga menyebabkan kehancurannya.

"Selama negosiasi melalui saluran deconfliction, perwakilan dari Komando Angkatan Udara Zionis Israel melaporkan bahwa target yang ditugaskan ke pesawat Zionis Israel terletak di Suriah Utara ... Seperti yang Anda lihat di peta, jet Zionis Israel menyampaikan serangan di Latakia yang merupakan provinsi barat negara - dan tidak di utara Republik Arab Suriah. Kota Latakia terletak di pantai barat. Informasi menyesatkan yang diberikan oleh petugas Zionis Israel tentang area serangan tidak memungkinkan pesawat Il-20 Rusia untuk bergerak tepat waktu ke area aman,” kata Konashenkov.

'Israel' Terlambat Memberi tahu Rusia

Konashenkov mengatakan kepada brifing bahwa Angkatan Udara Zionis Israel memberi tahu Rusia tentang rencana serangannya terhadap sasaran-sasaran Suriah secara bersamaan dengan awal serangan, bukan melakukan hal itu sebelumnya, sehingga melanggar perjanjian bilateral tahun 2015 untuk mencegah insiden semacam itu di wilayah udara Suriah.

“Zionis Israel tidak memberi tahu pasukan Rusia tentang operasinya sebelumnya - tetapi mereka mengeluarkan peringatan secara bersamaan dengan awal serangan, yang merupakan pelanggaran perjanjian. Tindakan-tindakan ini merupakan pelanggaran jelas dari perjanjian Rusia-Israel 2015 yang bertujuan untuk mencegah bentrokan antara angkatan bersenjata kita, di dan di atas Suriah, yang dicapai oleh kelompok kerja gabungan,” kata Konashenkov.

Dia lebih lanjut menambahkan bahwa IAF telah beberapa kali menciptakan situasi yang berpotensi berbahaya bagi pasukan Rusia yang terletak di Suriah, menekankan bahwa Moskow memperingatkan Tel Aviv tentang operasi angkatan udara di negara yang dilanda perang itu sebanyak 12 kali lebih sering.

Rekaman Audio Peringatan

Konashenkov menekankan bahwa Kementerian memiliki rekaman audio yang membuktikan bahwa IAF telah memperingatkan pihak Rusia dalam bahasa Rusia tentang serangan udara yang dibayangkan pada target di Suriah ketika IL-20 Rusia dijatuhkan.

“Pembicaraan itu dilakukan dalam bahasa Rusia. Kementerian Pertahanan Rusia memiliki catatan pembicaraan,” dia menekankan.

‘Israel’ Melakukan Kelalaian Mengakibatkan Pidana atau Kurang Profesionalisme

Menurut informasi yang baru dirilis, kru Il-20 mulai darurat jatuh setelah terkena rudal, dimana pilot jet tempur F-16 Zionis Israel menggunakan pesawat Rusia sebagai "perisai" terhadap pertahanan udara Suriah, menurut jenderal Rusia itu seperti dikutip oleh Sputnik.

Konashenkov menjelaskan bahwa sebuah pesawat Zionis Israel melakukan manuver mendekati Il-20 - yang dianggap sebagai penyerang lain oleh sistem pertahanan udara Suriah.

Dia lebih lanjut membantah klaim oleh militer Zionis Israel bahwa jet mereka sudah berada di 'wilayah udara Israel' ketika Angkatan Darat Suriah meluncurkan rudal yang menghantam pesawat Rusia, mengatakan bahwa F-16 meninggalkan daerah itu hanya 10 menit setelah menerima informasi tentang penembakkan (pesawat Il-20) itu. .

"Militer Zionis Israel melakukan kelalaian kriminal atau tidak memiliki profesionalisme, yang mengakibatkan jatuhnya Il-20," kata Konashenkov, menambahkan bahwa kecelakaan itu sepenuhnya merupakan kesalahan Tel Aviv.

Juru bicara kementerian lebih lanjut mengatakan bahwa jet Zionis Israel bisa menjadi ancaman bagi pesawat-pesawat penumpang ketika Il-20 ditembak jatuh, dan menekankan bahwa Rusia tidak pernah melanggar kesepakatan tentang penerbangan di Suriah dengan 'Israel'.[IT/r]
 
 
Artikel Terkait
Comment