0
Thursday 13 December 2018 - 18:57
Invasi Arab Saudi di Yaman:

Houthis dan Kelompok Dukungan Saudi Setuju Membuka Bandara Sana'a, Pertemuan Terus Berlanjut

Story Code : 766496
Saudi air raids strike Yemeni civilians.jpg
Saudi air raids strike Yemeni civilians.jpg
Gerakan Ansarullah Houthi dan mantan rezim yang didukung Saudi di negara itu setuju Rabu (12/12) untuk melanjutkan penerbangan domestik di bandara, sumber yang akrab dengan pembicaraan damai PBB yang sedang berlangsung di Swedia menyatakan.

Penerbangan internasional akan berhenti di salah satu dari dua bandara yang dipegang pemerintah di Aden atau Sayun untuk inspeksi sebelum terbang masuk atau keluar dari Sana'a.

Arab Saudi telah menyerang bandara November tahun lalu, merusak menara navigasi darat dan sebagian landasannya.

Bandara internasional di wilayah Houthi telah menjadi tidak berguna oleh blokade udara yang dikenakan oleh koalisi militer Saudi, yang telah memukul Yaman sejak Maret 2015.

Agresi militer dimulai beberapa bulan setelah mantan Presiden Riyadh Abd Rabbuh Mansour Hadi mengundurkan diri di tengah konflik politik dengan gerakan Houthi dan melarikan diri ke Arab Saudi.

Menurut angka baru yang dirilis oleh Proyek Lokasi & Peristiwa Konflik Bersenjata (ACLED), sekitar 60.223 orang telah tewas di Yaman antara Januari 2016 dan akhir November 2018. Kelompok penelitian independen itu mengatakan bahwa hampir setengah dari korban jiwa itu terjadi tahun ini saja.

Serangan pimpinan Saudi telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur Yaman, membuat jutaan orang Yaman sangat membutuhkan makanan dan obat-obatan. Ribuan warga Yaman juga telah kehilangan nyawa karena wabah kolera dan penyakit mematikan lainnya.

Badan pangan PBB mengatakan awal bulan ini bahwa lebih dari 15 juta orang di Yaman berada dalam "krisis" atau "darurat" makanan, memperingatkan bahwa jumlah itu bisa meningkat menjadi 20 juta kalau tanpa bantuan pangan terus berlanjut.[IT/r]
 
Comment