0
Tuesday 22 January 2019 - 22:58
AS, Turki dan Gejolak Suriah:

Erdogan: Turki Siap Ambil Alih Kota Manbij, Suriah

Story Code : 773608
Recep Tayyip Erdogan. Turkish President.jpg
Recep Tayyip Erdogan. Turkish President.jpg
Erdogan mengatakan kepada Trump bahwa bom bunuh diri di Manbij, kota di bagian timur-laut Suriah yang dikendalikan militan yang bersekutu dengan pasukan Kurdi dukungan AS, merupakan tindakan provokatif yang berniat mempengaruhi keputusan Trump pada Desember untuk menarik pasukan AS dari Suriah.

Trump mengecam tim keamanannya sendiri dengan keputusan yang mengejutkan pada 19 Desember, terkait penarikan menyeluruh 2.000 pasukan AS dari Suriah, dengan menyatakan kelompok militan ISIS di tempat itu telah dilenyapkan.

Manbij, yang direbut dari ISIS pada 2016 oleh pasukan yang didukung Amerika Serikat , menjadi pusat ketegangan setelah keputusan Trump untuk menarik pasukan AS yang kehadirannya secara efektif menghalangi Turki menyerang pasukan Kurdi.

Manbij dikendalikan Pasukan Demokratik Suriah atau Syrian Democratic Forces (SDF), yang bersekutu dengan YPG Kurdi dukungan AS. Ankara memandang YPG sebagai kelompok teroris sekaligus penerus Partai Pekerja Kurdi atau Kurdistan Workers Party (PKK) terlarang yang dalam puluhan tahun melancarkan pemberontakan separatis di Turki.

Dalam menggambarkan percakapan tersebut, Gedung Putih tidak menyebutkan tawaran Erdogan untuk mengambil alih keamanan di Kota Manbij namun mengatakan keduanya sepakat untuk terus gencar menyelesaikan perundingan mengenai bagian timur laut Suriah untuk kebutuhan keamanan kedua negara.

Trump sebelumnya telah memperingatkan Turki untuk tidak menyerang Kurdi di Suriah dan tampaknya mengancam ekonomi Turki jika seranga itu dilakukan.

Dalam pernyataannya, kepresidenan Turki juga mengatakan bahwa kedua pemimpin telah sepakat untuk mempercepat pembahasan antara kepala staf mereka tentang zona aman di bagian timur laut Suriah.

Pekan lalu, Trump menciptakan zona aman yang disarankan kepadanya, tanpa penjelasan lebih lanjut. SDF mengatakan pada Rabu bahwa pihaknya siap membantu mewujudkan zona aman, saat meningkatnya kekhawatiran bahwa penarikan pasukan AS akan memberi Turki peluang melakukan kekerasan baru.

Turki ingin zona aman tersebut terbebas dari kelompok Kurdi.[IT/r]
 
 
Comment