0
Monday 24 June 2019 - 21:50
Iran vs Hegemoni Global:

Menteri: Serangan Cyber AS terhadap Sistem Rudal Iran Gagal

Story Code : 801273
Iran’s missiles.jpg
Iran’s missiles.jpg
"Media bertanya apakah dugaan serangan cyber terhadap Iran memang terjadi," kata Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran Mohammad Javad Azari Jahromi dalam sebuah tweet pada hari Senin (24/6).

"Mereka berusaha keras, tetapi mereka belum melakukan serangan yang berhasil," tambah Jahromi.

Pada hari Kamis (20/6) outlet Amerika mengklaim bahwa Amerika Serikat telah menargetkan sistem komputer yang mengendalikan peluncur roket dan rudal Iran.

Serangan itu terjadi tak lama setelah Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menembak jatuh pesawat global Hawk RQ-4A milik AS yang telah memasuki wilayah udara Iran di wilayah Teluk Persia untuk mengumpulkan intelijen, menggunakan sistem rudal permukaan-ke-udara Khordad 3.

"Kami telah menghadapi terorisme cyber sejak lama ... Tahun lalu kami menetralisir 33 juta serangan dengan firewall (nasional)," kata Jahromi.

Terungkap: AS merencanakan operasi rahasia terhadap Iran

Sumber-sumber AS mengungkapkan bahwa intelijen dan perwira militer Amerika sedang mengerjakan rencana klandestin melawan Republik Islam.

Mengutip pejabat saat ini dan mantan pejabat pemerintah AS, New York Times mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Minggu (23/6) bahwa rencana yang didorong oleh Gedung Putih dirancang untuk mengembangkan opsi baru, termasuk di dunia maya, untuk melawan Republik Islam tanpa meningkatkan ketegangan menjadi perang total konvensional.

Menurut para pejabat, Gedung Putih telah mengatakan kepada para pejabat militer dan intelijen bahwa mereka sekarang juga menginginkan opsi-opsi sejalan dengan jenis operasi yang dilakukan oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran, termasuk penghancuran pesawat mata-mata AS yang mengganggu.

Mereka tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang operasi rahasia yang sedang dipertimbangkan oleh Gedung Putih, kata laporan itu.

Times, bagaimanapun, mengatakan mereka dapat mencakup berbagai kegiatan seperti serangan cyber tambahan, operasi rahasia yang bertujuan menonaktifkan speedboat yang digunakan oleh IRGC dan operasi rahasia di Iran yang bertujuan untuk menimbulkan lebih banyak kerusuhan,
Angkatan Laut IRGC terkenal dengan speedboat yang beroperasi di Teluk Persia, yang telah digunakannya untuk berhasil mencegat kapal-kapal asing dan kapal induk di sekitar Selat Hormuz di masa lalu.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment