0
Thursday 22 August 2019 - 11:56
Iran dan Regional:

IRGC: Angkatan Bersenjata Iran Prioritaskan Peningkatan Kapasitas Pertahanan

Story Code : 811961
IRGC emblem.jpg
IRGC emblem.jpg
Departemen Hubungan Masyarakat IRGC merilis pernyataan pada hari Rabu (21/8) untuk menandai Hari Industri Pertahanan Nasional, yang akan dirayakan pada hari Kamis (22/8).

"Pada saat para pemimpin sistem hegemonik dan mereka yang memusuhi Revolusi dan Negara Islam iri mengejar opsi sanksi mengingat kurangnya kekuatan mereka untuk melawan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, dengan fokus (Iran) pada strategi untuk mempromosikan kapasitas pertahanan negara ... ada dalam Agenda organisasi militer, terutama IRGC," bunyi pernyataan itu.

"Prestasi dan kemampuan luar biasa dari industri pertahanan negara di bidang darat, laut, dan kedirgantaraan, yang memenuhi standar dunia modern dan berhasil merespons ancaman yang dihadapi negara itu, telah menjadikan Republik Islam Iran sebagai kekuatan utama yang tak perlu diperdebatkan di kawasan itu dan di tingkat kekuatan trans-regional yang sama," tambahnya.

Pernyataan itu datang dengan latar belakang meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS setelah Republik Islam menembak jatuh drone mata-mata AS yang canggih di atas perairan teritorialnya.

IRGC mengatakan pada 20 Juni bahwa sebuah pesawat mata-mata AS yang melanggar wilayah udara teritorial Iran pada jam-jam awal hari itu ditembak jatuh oleh unit pertahanan udara Pasukan Dirgantara IRGC di dekat wilayah Kuh-e-Mobarak di provinsi selatan Hormozgan.

Drone yang mengganggu itu dilaporkan ditembak oleh sistem rudal pertahanan udara Iran "Khordad-3".

Kemudian pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia telah membatalkan serangan balasan terhadap sejumlah target di Iran dan mengatakan bahwa dia siap untuk berbicara dengan para pemimpin Iran dan mencapai pemahaman yang akan memungkinkan negara untuk meningkatkan prospek ekonominya. "Apa yang ingin saya lihat dengan Iran, saya ingin melihat mereka memanggil saya."

"Saya menantikan hari di mana kita benar-benar dapat membantu Iran. Kami tidak ingin menyakiti Iran," tambah Trump.

Namun, pada 24 Juni, Trump mengumumkan sanksi baru terhadap para pejabat tinggi Iran, termasuk kantor Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayid Ali Khamenei, menteri luar negeri Iran, dan komandan senior Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment