0
Saturday 16 November 2019 - 14:57
Palestina vs Zionis Israel:

Peluru Israel Mengenai Mata Reporter Palestina di Tepi Barat

Story Code : 827679
Mu’ath Amarneh, Palestinian photojournalist.jpg
Mu’ath Amarneh, Palestinian photojournalist.jpg
Wartawan foto Mu'ath Amarneh mata kirinya benar-benar kehilangan pandangan setelah terluka parah oleh peluru logam berlapis karet yang ditembakkan oleh seorang polisi Zionis Israel di kota Surif di provinsi al-Khalil (Hebron) pada hari Jumat (15/11), kantor berita resmi Palestina WAFA melaporkan.

Insiden itu terjadi ketika Amarneh meliput unjuk rasa menentang perampasan tanah oleh pihak berwenang Zionis Israel yang mendukung pembangunan pemukiman, katanya lebih lanjut, menambahkan bahwa dia dilarikan ke rumah sakit di kota al-Khalil untuk perawatan darurat untuk menyelamatkan penglihatannya tetapi dokter gagal karena parahnya lukanya.

Dalam pernyataan terpisah yang dikeluarkan hampir tak lama setelah insiden itu, Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) dan afiliasi Palestina-nya, Palestine Journalists Syndicate (PJS), mengecam keras serangan itu.

PJS mengutuk serangan terhadap Amarneh, menyebutnya sebagai "penargetan yang disengaja oleh tentara Israel dari seorang rekan kerja yang mengenakan rompi tahan peluru yang ditandatangani oleh Pers." Ia juga menyerukan pada "lembaga-lembaga internasional untuk bertindak cepat menghentikan kekerasan terhadap pers di Palestina. "

Sekretaris Jenderal IFJ Anthony Bellanger juga mengecam insiden itu, dengan mengatakan, “Sekali lagi, IFJ menyesalkan serangan terhadap wartawan Palestina oleh militer Israel. IFJ mengingatkan bahwa hukum internasional berlaku di mana-mana dan tidak ada pemerintah di atasnya. Sekarang saatnya bagi Majelis Umum PBB untuk mengadopsi Konvensi Perlindungan dan Keamanan Wartawan sehingga impunitas yang dinikmati oleh predator kebebasan pers dan demokrasi dapat berakhir di Israel seperti di tempat lain.”

Selama demonstrasi pada hari Jumat (15/11), puluhan warga Palestina berbaris di Surif untuk mengutuk perampasan tanah oleh otoritas Israel. Sementara itu, konfrontasi juga berkobar di Kafr Qaddum di Qalqilya setelah tentara Israel dengan keras memadamkan demonstrasi mingguan di kota itu.

Menurut sebuah laporan oleh Pusat Informasi Palestina, pasukan Israel menghujani para demonstran yang damai dengan tabung gas air mata, granat kejut dan peluru logam berlapis karet.

Ia menambahkan bahwa lusinan warga Palestina terluka setelah menghirup gas air mata tentara Zionis Israel.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment