0
Tuesday 30 June 2020 - 17:36
Iran dan Regional:

Iran pada Saudi dan Bahrain: Keamanan Tidak akan Terbentuk dengan Mematuhi AS

Story Code : 871727
Abbas Mousavi, Foreign Ministry Spokesman.jpg
Abbas Mousavi, Foreign Ministry Spokesman.jpg
"Sangat mengejutkan bahwa negara-negara, seperti Arab Saudi, yang merupakan sumber terorisme dan ekstremisme di wilayah tersebut dan telah menaburkan ketidakstabilan di wilayah ini selama bertahun-tahun dengan mendukung kelompok-kelompok teroris seperti al-Qaeda dan ISIL, sekarang membuat tuduhan yang tidak berdasar terhadap Republik Islam Iran,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Abbas Mousavi, Selasa (30/6).

"Sementara Republik Islam, mengambil langkah-langkah yang bertanggung jawab, telah memotong tangan kelompok-kelompok teroris dari negara-negara regional di kawasan itu," tambahnya.

Juru bicara itu mencatat bahwa setelah AS mengintimidasi dan mendukung seruannya untuk perpanjangan embargo senjata terhadap Tehran oleh negara-negara yang telah membantai orang-orang tak bersalah di Yaman dengan senjata Amerika selama lima tahun, tidak lain hanyalah lelucon pahit.

Mousavi mencatat bahwa “sudah waktunya bagi negara-negara ini untuk berhenti membuat komentar yang tidak rasional dan secara membabi buta mengikuti Amerika Serikat, yang merupakan manifestasi dari penindasan dan ketidakadilan di dunia.”

Dia memperingatkan negara-negara itu bahwa "keamanan tidak akan terbentuk dengan mematuhi Amerika Serikat."

"Satu-satunya cara untuk menciptakan stabilitas dan keamanan di kawasan ini adalah mengubah perilaku bermusuhan dan beralih ke kerja sama regional," tegasnya.

Arab Saudi dan Bahrain telah berjanji untuk melawan Iran, menyatakan dukungan terhadap perjuangan Washington untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran yang akan berakhir pada Oktober.

Ini mengikuti kunjungan Perwakilan Khusus AS untuk Iran, Brian Hook, ke Riyadh. Di mana dia sekali lagi menyerukan untuk memperpanjang embargo senjata PBB yang sudah kadaluwarsa di Republik Islam, dengan mengklaim bahwa mengangkat embargo senjata di negara itu akan memicu perlombaan senjata di wilayah Timur Tengah.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment