0
Thursday 2 July 2020 - 12:49
Iran dan Virus Corona:

Iran Kembalikan Pembatasan COVID-19 di 8 Provinsi

Story Code : 872036
COVID-19 coronavirus, walks along a street in the Iranian capital Tehran.jpg
COVID-19 coronavirus, walks along a street in the Iranian capital Tehran.jpg
Seorang pejabat senior kementerian kesehatan Iran mengatakan pada hari Rabu (1/7) bahwa penutupan dan penguncian telah dilakukan untuk delapan provinsi di seluruh Iran yang telah ditunjuk sebagai daerah merah di mana penyebaran COVID-19 semakin cepat dalam beberapa hari terakhir.

"Kebijakan kami adalah menerapkan protokol dan mengawasi secara intensif bagaimana protokol itu diterapkan," Mohsen Farhadi, wakil kepala Departemen Kesehatan di Tempat Kerja dan Lingkungan, seperti dikutip oleh kantor resmi IRNA.

Farhadi mengatakan bahwa semua kantor pemerintah dan sektor swasta serta semua kelompok kerja kecuali yang terkait dengan kebutuhan mendesak masyarakat akan ditutup di daerah merah.

Pemerintah telah memerintahkan liburan selama seminggu di provinsi Hormozgan selatan di mana COVID-19 telah menyebabkan banyak kematian dalam beberapa hari terakhir.

Provinsi-provinsi lain yang waspada merah termasuk Khorasan Razavi di timur, Khuzestan dan Bushehr di selatan, Kurdistan dan Kermanshah di barat dan Azerbaijan Timur dan Azarbaijan Barat di barat laut Iran.

Pembatasan ketat di provinsi-provinsi itu terjadi lebih dari sebulan setelah pemerintah melonggarkan beberapa langkah penguncian nasional untuk memungkinkan kegiatan ekonomi untuk dilanjutkan setelah beberapa bulan penutupan atas pandemi.

Namun, angka harian yang diterbitkan oleh kementerian kesehatan menunjukkan jumlah kasus COVID-19 yang dikonfirmasi dan kematian meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan bulan lalu.

Kementerian mengatakan pada hari Rabu (1/6) bahwa jumlah infeksi telah meningkat 2.549 selama 24 jam terakhir untuk mencapai 230.211 kasus.

Dikatakan sekitar 141 pasien telah meninggal karena virus sejak Selasa (30/6), sehingga jumlah total kematian menjadi 10.958.

Dikatakan lebih dari 3.000 orang dirawat secara intensif atas virus itu seraya menambahkan bahwa telah ada lebih dari 191.000 pemulihan sejak penyebaran penyakit dimulai di Iran pada akhir Februari.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment