0
Tuesday 15 September 2020 - 14:21
Perentas Data di AS:

Data Pribadi Sekitar 46.000 Veteran AS Terpapar Karena Pelanggaran Data

Story Code : 886347
Hecker.jpg
Hecker.jpg
Informasi pribadi dari sekitar 46.000 veteran Amerika telah berpotensi disusupi oleh peretas, Departemen Urusan Veteran AS (VA) mengatakan dalam siaran pers pada hari Senin (14/9). Data yang terungkap termasuk nomor jaminan sosial.

Menurut FSC, yang mengidentifikasi pelanggaran data dan melaporkannya ke VA, para penjahat tersebut menggunakan teknik rekayasa sosial dan mengeksploitasi protokol otentikasi.

VA mengatakan bahwa akses ke sistem yang dilanggar telah dinonaktifkan untuk sementara sampai tinjauan komprehensif dilakukan untuk mencegah kemungkinan pelanggaran data di masa mendatang.

FCA juga mengatakan telah memberi tahu para veteran yang terkena dampak, termasuk keluarga terdekat dari mereka yang telah meninggal, bahwa data pribadi mereka mungkin dalam bahaya, dan menawarkan akses ke layanan pemantauan kredit secara gratis.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa agen federal lainnya menjadi sasaran peretas, termasuk pelanggaran data 2018 di Layanan Pos AS, yang mengungkap data pribadi hampir 60 juta orang.

Awal tahun ini, Badan Sistem Informasi Pertahanan mengalami pelanggaran data yang mempengaruhi 200.000 orang. Pada 2015, hampir 21,5 juta karyawan federal, pensiunan, dan lainnya terpengaruh oleh peretas yang menargetkan Kantor Manajemen Personalia.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment