0
Monday 8 March 2021 - 15:22
Invasi Saudi Arabia di Yaman:

Laporan Media Saudi: Pelabuhan Pengiriman Minyak Terbesar di Dunia Jadi Target Serangan Drone

Story Code : 920302
Aramco oil facilities.jpg
Aramco oil facilities.jpg
Salah satu pangkalan tangki minyak di Pelabuhan Ras Tanura telah dihantam oleh pesawat tak berawak yang datang dari laut, sementara rudal balistik menargetkan fasilitas Saudi Aramco di Dhahran, Arab Saudi, kantor berita negara SPA melaporkan, mengutip Kementerian Energi Kerajaan.
 
Seorang juru bicara kementerian mengatakan bahwa “oleh kasih karunia Tuhan,” tidak ada korban atau kerusakan besar yang tercatat sebagai akibat dari serangan itu.
 
Dia menambahkan bahwa pecahan rudal balistik ditemukan di daerah pemukiman Saudi Aramco di Darhan, di mana penduduk dilaporkan mendengar ledakan sebelumnya.
 
Pelabuhan Ras Tanura adalah fasilitas pengiriman minyak lepas pantai terbesar di dunia, yang terletak di Provinsi Timur Arab Saudi, di mana fasilitas produksi dan ekspor minyak utama Saudi Aramco terkonsentrasi.
 
Pada Septemer 2019, serangan drone besar-besaran menyebabkan kebakaran besar di kilang minyak Abqaiq di Provinsi Timur, dan fasilitas pemrosesan minyak di dekat ladang minyak Khurais, yang terletak sekitar 100 mil di timur Riyadh.
 
Gerakan pemberontak Yaman Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, yang mendorong Kerajaan untuk menutup lebih dari 50 persen produksi minyaknya.
 
Upaya serangan pada hari Minggu (7/3) dilaporkan tidak lama setelah koalisi Arab yang dipimpin Saudi mengatakan telah mencegat dua rudal balistik yang diluncurkan oleh Houthi yang menargetkan kota Jizan di Saudi.
 
Sebelumnya pada hari Minggu, koalisi Arab mengklaim telah mencegat 10 drone yang diluncurkan oleh Houthi yang menargetkan warga sipil.
 
#Houthis mengklaim bahwa 10 drone Samad-3 dan satu roket Zulfiqar menghantam fasilitas minyak di pelabuhan Ras Tanura. 4 drone kasef-K2 dan 7 rudal Badr menghantam target militer di Jizane dan Asira # SaudiArabia pic.twitter.com/JuAkaCJRMA - Pembaruan Dunia Islam (@islamicworldupd) 7 Maret 2021
 
Reuters melaporkan, mengutip juru bicara militer Houthi Yahya Sarea, bahwa kelompok itu meluncurkan total 14 pesawat nir awak dan delapan rudal balistik pada hari Minggu, dalam apa yang menurut laporan dia sebut sebagai "operasi luas di jantung Arab Saudi".
 
Ketika Houthi baru-baru ini meningkatkan serangan rudal dan drone lintas batas ke Arab Saudi, koalisi tersebut mengumumkan peluncuran operasi militer untuk melakukan serangan udara terhadap target Houthi.
 
Perang di Yaman telah berlangsung sejak 2014 antara pasukan pemerintah dan Houthi, yang juga dikenal sebagai gerakan Ansar Allah.
 
Pada 2015, koalisi Arab yang dipimpin Saudi bergabung dalam pertempuran di pihak pemerintah.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment