0
Saturday 3 April 2021 - 09:31

Gubernur CBI: IMF Harus Menanggapi Permintaan Hukum Iran

Story Code : 924930
Direktur CBI (Fars News).
Direktur CBI (Fars News).
Abdolnasser Hemmati membuat pernyataan di webinar Pertemuan Musim Semi Kelompok Bank Dunia dan IMF pada hari Kamis.

IMF telah memberikan pinjaman lebih dari $ 100 miliar kepada 85 negara dan meminjamkan hampir $ 16 miliar ke negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) plus Afghanistan dan Pakistan (MENAP), tetapi Iran, yang adalah salah satu negara pertama yang meminta dana darurat, sejauh ini belum mendapatkan fasilitas apa pun tanpa memberikan alasan yang logis, kata Hemmati.

"Sejak merebaknya virus Corona, perekonomian negara, terutama negara berkembang, rusak parah dan Iran menjadi salah satu negara yang paling terdampak pandemi di kawasan," imbuhnya.

Hemmati menunjukkan meski ada sanksi dan tekanan maksimum yang diberlakukan oleh AS, Iran telah mampu mengatasi masalah tersebut dan mengambil tindakan yang sesuai.

Dia menggambarkan kelambanan IMF sebagai kontradiksi yang jelas terhadap semangat dan tujuan organisasi internasional. Iran berharap IMF menanggapi permintaan hukumnya secepat mungkin tanpa diskriminasi dan pengaruh yang dipaksakan oleh pelobi politik atau tekanan dari KAMI.

Dalam perkembangan yang relevan pada akhir Oktober, Hemmati menggarisbawahi bahwa Iran mengharapkan Dana Moneter Internasional untuk menanggapi permintaan sah Iran secepat mungkin dalam pertemuan dengan gubernur bank sentral negara-negara anggota Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) melalui konferensi video.

"Diharapkan dari IMF untuk dengan cepat dan tanpa diskriminasi dan tanpa dipengaruhi oleh lobi politik atau tekanan dari negara lain, termasuk AS," kata Hemmati, merujuk pada permintaan Iran untuk menerima pinjaman darurat dari IMF.

Dia menekankan bahwa penyakit COVID-19 telah merugikan banyak negara dan Iran telah menderita lebih banyak. "Terlepas dari sanksi berat AS dan situasi sulit yang dihadapi negara itu, Iran telah berhasil mengatasi masalah ini dan membuat kemajuan dengan kebijakan ekonominya."

Hemmati mengatakan situasi saat ini telah membuat banyak negara dunia menghadapi masalah anggaran dan likuiditas, tidak terkecuali Iran.

"Iran berhasil mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan mengandalkan sumber-sumber hukumnya, tetapi masalahnya adalah sanksi ilegal AS telah mencabut akses Iran ke sumber dayanya tanpa adanya logika yang dapat diterima," tambahnya.

Hemmati juga pada bulan April mendesak IMF untuk menolak tekanan AS dan menyetujui permohonan pembiayaan negaranya untuk membantu mengekang virus Corona.[IT/AR}
Artikel Terkait
Comment