0
Tuesday 7 December 2021 - 19:28
Iran - Suriah:

Shamkhani Peringatkan Rencana AS-Israel untuk Menciptakan Krisis Keamanan di Suriah

Story Code : 967342
Shamkhani Peringatkan Rencana AS-Israel untuk Menciptakan Krisis Keamanan di Suriah
Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad, yang diadakan di Tehran pada hari Selasa (7/12), Shamkhani mengatakan AS sangat marah atas pembubaran kelompok teroris Daesh (ISISL atau ISIS) di Suriah dan Irak dan atas kemenangan front perlawanan yang telah meningkatkan kekuatannya. kekuatan strategis.

Itulah sebabnya Washington berusaha untuk memicu krisis baru, katanya.

Pejabat Iran memperingatkan plot AS-Zionis untuk menciptakan krisis keamanan di Suriah dan konsekuensi mengerikan dari krisis yang dapat membahayakan keamanan seluruh wilayah.

Shamkhani juga mengutuk tindakan agresi rezim Israel di tanah Suriah sebagai kelanjutan dari kejahatan brutal Zionis terhadap Palestina dan Lebanon.

“Perlawanan dan perjuangan koersif adalah satu-satunya cara untuk menghilangkan tumor kanker Zionisme dari wilayah tersebut,” katanya.

Sementara itu, Mekdad mengucapkan terima kasih kepada Iran karena telah mendukung rakyat dan pemerintah Suriah.

Dia mengatakan kekalahan terorisme dan pembentukan stabilitas di Suriah telah membuka babak baru dalam kerjasama dengan Iran.

Mengecam serangan militer berulang rezim Israel di Suriah sebagai contoh berani terorisme yang disponsori negara dan langkah provokatif, menteri luar negeri mengatakan, “Terorisme, agresi militer dan sanksi kejam tidak dapat merusak tekad bangsa Suriah untuk melawan intimidasi musuh. dan tuntutan yang berlebihan.”

“AS berusaha untuk menghidupkan kembali sel-sel teroris untuk mencegah stabilitas berkelanjutan di Suriah,” Mekdad memperingatkan.

Dalam sebuah wawancara dengan Tasnim bulan lalu, menteri luar negeri Suriah mengatakan AS mendukung kelompok teroris bersenjata di timur laut Suriah untuk menekan Damaskus.

Suriah telah berhasil mencapai hal-hal besar dalam perang melawan terorisme, namun Washington ingin mencegah Damaskus mengambil keuntungan dari keberhasilan besar ini, katanya.

Mekdad juga mengatakan bahwa semakin banyak negara Arab yang bersedia untuk menghidupkan kembali hubungan diplomatik dan politik mereka dengan Damaskus, menekankan bahwa Barat telah gagal memaksakan kehendaknya di Damaskus melalui penggunaan terorisme, dan intervensi militer langsung. [IT/r]
Artikel Terkait
Comment