0
Sunday 17 December 2023 - 05:42

Anggota Parlemen Prancis Mengecam Partisipasi Warga Prancis dalam Perang Israel di Gaza sebagai Hal yang ‘Tidak Dapat Diterima’

Story Code : 1103106
People watch from on a rooftop as Israeli bombardment strikes nearby in Rafah in the southern Gaza Strip
People watch from on a rooftop as Israeli bombardment strikes nearby in Rafah in the southern Gaza Strip
Thomas Portes, anggota partai sayap kiri La France Insoumise, membuat pernyataan tersebut dalam sebuah postingan di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, pada hari Sabtu (16/12), merujuk pada laporan jaringan radio Europe 1 bahwa lebih dari 4.000 warga negara Prancis terlibat dengan militer Israel di Gaza.

“Sementara PBB, melalui beberapa pelapor khususnya, memperingatkan risiko genosida… kehadiran warga negara berkewarganegaraan Prancis tidak menghormati Prancis,” katanya, menekankan bahwa mereka harus dipanggil kembali.

Dia juga meminta Menteri Kehakiman Perancis untuk membawa orang-orang yang berkewarganegaraan Perancis, termasuk warga negara ganda, yang bersalah atas kejahatan perang, ke pengadilan.

Mengingat kejahatan perang yang dilakukan oleh militer Zionis Israel, baik di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, warga negara Prancis tidak dapat diterima untuk berpartisipasi, katanya.

Rezim Israel melancarkan perang dahsyatnya di Gaza pada tanggal 7 Oktober menyusul operasi mendadak yang dilakukan gerakan perlawanan Palestina, Hamas, terhadap entitas pendudukan.

Sejak saat itu, Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Eropa telah mendukung rezim Israel dalam perang agresi yang sedang berlangsung di Gaza, dengan memberikan ribuan pengiriman senjata kepada rezim tersebut.

Beberapa pemimpin Barat, termasuk Presiden AS Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, juga telah melakukan kunjungan ke wilayah pendudukan untuk menunjukkan solidaritas terhadap rezim Zionis Israel.

Juga pada hari Senin (11/12), Italia, Perancis dan Jerman meminta Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi terhadap Hamas dan para pendukungnya sebagai solidaritas terhadap Israel.

Agresi Zionis Israel sejauh ini telah menewaskan hampir 19.000 warga Palestina, kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.

Rezim Tel Aviv telah memberlakukan “pengepungan total” terhadap wilayah tersebut, memutus bahan bakar, listrik, makanan, dan air bagi lebih dari dua juta warga Palestina yang tinggal di sana.[IT/r]
Comment