0
Tuesday 21 November 2023 - 11:10
Indonesia - Zionis Israel:

Jakarta Mengutuk Keras Serangan Israel terhadap Rumah Sakit Indonesia di Gaza

Story Code : 1097138
Aftermath of an attack by Israel on Indonesian Hospital in the besieged Gaza Strip.
Aftermath of an attack by Israel on Indonesian Hospital in the besieged Gaza Strip.
“Semua negara, terutama yang mempunyai hubungan dekat dengan Zionis Israel, harus menggunakan seluruh pengaruh dan kemampuannya untuk mendesak Zionis Israel menghentikan kekejamannya,” kata Retno Marsudi, Senin (20/11).

Pasukan Zionis Israel melepaskan tembakan dan melancarkan serangan artileri ke rumah sakit dan daerah sekitarnya pada dini hari.

General Manager Kementerian Kesehatan Gaza, Munner al-Bursh, mengatakan pasukan rezim memulai serangan artileri “di tengah malam dan menargetkan departemen bedah, melukai para dokter yang bekerja di sana dan membunuh 12 warga sipil yang mengungsi.”

Di bagian lain sambutannya, Bursh mengatakan pasukan Israel juga menargetkan orang-orang yang meninggalkan fasilitas tersebut dan menembak mereka di luar rumah sakit. “Mayat mereka masih tergeletak di tanah, dan belum ada yang bisa menguburkan mereka.”

“Kami menggunakan generator listrik kecil yang menggunakan minyak nabati, diproduksi oleh beberapa individu kreatif yang mengorbankan sebagian pasokan makanan mereka untuk menjalankan generator tersebut,” kata Bursh.

Ashraf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, mengatakan situasi di Rumah Sakit Indonesia adalah “bencana besar”. “Staf Rumah Sakit Indonesia bersikeras mereka akan tinggal untuk merawat yang terluka. Ada sekitar 700 orang, termasuk staf medis dan orang yang terluka, di dalam rumah sakit.”

Laporan mengatakan pasukan Zionis Israel akan mengulangi apa yang terjadi di Rumah Sakit Shifa dan juga akan menduduki Rumah Sakit Indonesia ketika tank-tank mengepung fasilitas tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan operasi militer Israel di Gaza “bertujuan untuk membunuh, dalam semangat balas dendam dan dengan tujuan menggusur rakyat kami.”

Dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan jumlah warga sipil yang tewas dalam perang Israel di Gaza “tak tertandingi dan belum pernah terjadi sebelumnya” sejak ia menjabat pada tahun 2017.

Anak-anak merupakan 47 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza. UNICEF menyebut Jalur Gaza sebagai “kuburan bagi ribuan anak.” Mereka juga menggambarkan situasi di Gaza sebagai “noda yang semakin besar pada hati nurani kita”, dan menyebut jumlah korban anak-anak “sangat mengejutkan.”

Save the Children mengatakan lebih banyak anak yang terbunuh di Gaza dibandingkan konflik lain di seluruh dunia sejak gabungan tahun 2019.

Zionis Israel telah membunuh 13.000 warga Palestina di Gaza sejak 7 Oktober.[IT/r]
Comment