0
Saturday 24 February 2024 - 04:05
Politik Zionis Israel:

Smotrich: Ribuan Unit Pemukiman Baru di Tepi Barat Akan Disetujui

Story Code : 1118183
Bezalel Smotrich Israeli occupation Finance Minister speaks at the Knesset
Bezalel Smotrich Israeli occupation Finance Minister speaks at the Knesset
Untuk pertama kalinya sejak dimulainya perang Zionis Israel di Jalur Gaza pada tanggal 7 Oktober, Menteri Keuangan pendudukan Zionis Israel Bezalel Smotrich mengumumkan bahwa komite yang bertanggung jawab untuk menyetujui pembangunan pemukiman di Tepi Barat yang diduduki akan bersidang dalam waktu dekat, media Zionis Israel melaporkan .

Sebelumnya, Smotrich menyerukan pembangunan ribuan unit pemukiman baru sebagai respons terhadap operasi penembakan di dekat pemukiman "Ma'ale Adumim". Seorang pemukim Zionis Israel tewas dan delapan lainnya terluka dalam operasi penembakan di "Ma'ale Adumim", menurut Magen David Adom (Bintang Merah Daud).

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Smotrich, yang juga menjabat sebagai menteri di Kementerian Keamanan Zionis Israel, dipastikan panitia akan memberikan persetujuan untuk pembangunan 2.350 unit di "Ma'ale Adumim", 300 di "Keidar", dan 694 dalam "Efrat".

Hal ini terjadi menyusul diskusi mengenai masalah ini antara Smotrich, Perdana Menteri pendudukan Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Keamanan Yoav Gallant, dan Menteri Urusan Strategis Ron Dermer.

Patut dicatat bahwa komunitas internasional, termasuk sekutu terbesar “Israel” Amerika Serikat, serta Uni Eropa, menganggap pemukiman Zionis Israel ilegal berdasarkan hukum internasional, khususnya Konvensi Jenewa Keempat, yang melarang pemindahan penduduk negara penjajah ke wilayah yang didudukinya.

Pada akhir Februari 2023, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menggarisbawahi bahwa permukiman yang dibangun Zionis Israel adalah “ilegal” dan “harus dihentikan”.

Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan beberapa resolusi yang mengutuk pembangunan permukiman Zionis Israel dan menegaskan ilegalitasnya.

Pada awal Januari, sebuah laporan New York Times mengungkapkan, mengutip LSM Zionis Israel Peace Now, bahwa pemukim Israel memanfaatkan agresi Zionis Israel di Jalur Gaza untuk melakukan gelombang “langkah tidak sah” untuk memperluas pendudukan Tepi Barat. .[IT/r]
Comment