0
Tuesday 27 February 2024 - 03:45
Zionis Israel - Lebanon:

Institut Keamanan Israel: UAV Hizbullah Mendapat Keuntungan di Utara

Story Code : 1118767
Hezbollah supporters
Hezbollah supporters
Menurut Institut Studi Keamanan Nasional Zionis Israel, kelompok perlawanan Lebanon, Hizbullah, mendapat keuntungan di wilayah utara terutama karena pesawat nirawak (UAV) mereka.

Hizbullah terus melibatkan situs-situs militer dan permukiman Zionis Israel untuk mendukung rakyat Palestina di Gaza dan Perlawanan Palestina, serta sebagai respons terhadap serangan pendudukan Zionis Israel terhadap desa-desa dan rumah-rumah warga Lebanon di selatan negara itu.

Hizbullah melakukan beberapa operasi untuk mendukung rakyat Palestina dan Perlawanan mereka di Jalur Gaza pada hari Minggu (25/2).

Pada hari Senin, pesawat tempurnya berhasil menembak jatuh drone Zionis Israel Hermes 450 yang melanggar wilayah udara Lebanon di wilayah Iqlim al-Tuffah di Lebanon Selatan, dengan menggunakan rudal permukaan-ke-udara.

Kendaraan tersebut telah menunjukkan fleksibilitas operasi, waktu aktivitas yang panjang, dan biaya rendah, sehingga memungkinkan para pejuang untuk menggunakannya sebagai senjata serangan dan pengumpulan intelijen yang efektif di wilayah utara.

Institut tersebut melaporkan bahwa Hizbullah menggunakan berbagai jenis drone untuk menyerang pasukan pendudukan Israel (IOF) selain serangan bunuh diri dan pengumpulan intelijen.

Meskipun lembaga ini mencatat bahwa kekuatan udara Zionis Israel kuat, namun mereka menghadapi kelemahan dibandingkan drone ini karena kecepatan penerbangannya yang lambat di ketinggian rendah, dan radar yang rendah.

Karena tidak ada pertahanan yang tepat, drone ini menyusup ke lokasi-lokasi strategis, pusat populasi, dan pangkalan militer untuk tujuan intelijen atau ofensif. Selanjutnya, pada minggu ketiga Februari 2024, dua drone menyusup ke Zionis “Israel” dan secara tak terduga menyerang sasaran sipil tanpa pernah terdeteksi.

Lembaga tersebut mencantumkan karakteristik drone ini sebagai:

Dibuat di China atau Iran, atau dibuat sendiri seluruhnya
Digunakan selama lebih dari 20 tahun untuk berbagai operasi
Terkenal terutama dalam serangan jarak jauh (2000km) dan mampu bertahan di udara dalam waktu lama
Kemampuan membawa l=muatan hingga 150kg
Yang juga mengkhawatirkan bagi pendudukan Zionis Israel adalah drone bunuh diri milik Hizbullah yang berbasis pada Ababil 2T, yang membawa hulu ledak 20-40kg, atau versi yang ditingkatkan, Mirsad-1, yang memiliki jangkauan serangan luas dan kemampuan membawa senjata besar dan bahan peledak.

Perlawanan juga memiliki drone Ayoub atau Mirsad-2, yang digunakan untuk mengumpulkan intelijen visual dan elektronik atau untuk melacak sistem deteksi dan serangan.

Lembaga ini juga mencatat bahwa Iran memiliki drone siluman, dan telah mengumumkan pembuatan drone jarak jauh yang dilengkapi dengan mesin jet. Hal ini memperingatkan bahwa peralatan tersebut dapat muncul di medan perang di masa depan atau dalam konflik regional.

Zionis 'Israel' prihatin dengan drone Hizbullah yang melewati sistem deteksi
Media Zionis Israel pada hari Selasa membahas peningkatan jumlah insiden di mana drone yang diluncurkan oleh Hizbullah menyusup ke wilayah pendudukan tanpa terdeteksi, mempertanyakan apakah gerakan Perlawanan telah menemukan celah dalam sistem intersepsi dan deteksi tentara Zionis Israel.

Dalam insiden serius sebelumnya, sebuah drone Hizbullah ditemukan di halaman Moshe Davidovich, ketua Dewan Regional "Mateh Asher" dan Forum Garis Konfrontasi di wilayah utara Palestina yang diduduki.

Media Zionis Israel mengutip Davidovich yang mengatakan bahwa UAV telah melampaui semua sistem dan mekanisme anti-udara dan deteksi.

Bukti ini terjadi hanya satu hari setelah sebuah pesawat nirawak bergerak tanpa henti sejauh 50 kilometer ke wilayah utara Palestina yang diduduki dan mencapai Tabaraya.

Channel 12 Zionis Israel melaporkan bahwa "Insiden drone Hizbullah..adalah contoh tambahan kelemahan lembaga keamanan dalam mendeteksi objek udara yang relatif kecil."

Sementara itu, koresponden urusan militer untuk saluran Zionis Israel KAN memperingatkan bahwa drone Hizbullah yang melintasi wilayah utara tanpa terdeteksi menimbulkan pertanyaan serius tentang sistem yang ada saat ini.

Itay Blumenthal menunjukkan bahwa "para pejabat di Angkatan Udara berbicara tentang peristiwa kompleks dan tantangan besar dalam mendeteksi objek udara Hizbullah, karena objek tersebut umumnya terbang pada ketinggian rendah."[IT/r]
Comment