0
Wednesday 17 April 2024 - 03:05
Gejolak Zionis Israel:

Menyusul Serangan Balasan Iran, Pemimpin Oposisi Menyalahkan Netanyahu dan Menyebutnya sebagai 'Ancaman Nyata bagi Israel'

Story Code : 1129131
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu
Lapid mengatakan dalam sebuah postingan di akun media sosial X-nya pada hari Senin (15/4) bahwa kabinet perdana menteri Zionis Israel harus disalahkan atas “kehilangan total pencegahan Zionis Israel” terhadap serangan Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Sabtu malam.

Pemimpin oposisi tersebut juga mengatakan bahwa kabinet Netanyahu telah “menghancurkan” upaya pencegahan Zionis Israel, dan menambahkan, “Perdana menteri ini telah menjadi ancaman nyata bagi Zionis Israel.”

Dalam pernyataan terpisah tentang X, Lapid meminta para menteri Zionis Israel untuk “berhenti berbicara dan mengancam Iran di media.”

Dalam sebuah serangan, yang dijuluki Operasi Janji Sejati, Iran pada Sabtu (13/4) malam meluncurkan ratusan drone dan rudal ke wilayah pendudukan Israel sebagai tanggapan atas agresi rezim terhadap fasilitas diplomatik Iran di ibu kota Suriah, Damaskus, pada 1 April.

Serangan udara Zionis Israel terhadap kompleks kedutaan Iran di Damaskus menewaskan dua jenderal Pasukan Quds Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Reza Zahedi dan Jenderal Mohammad Hadi Haji Rahimi, serta lima perwira pendampingnya.

Sebagai tanggapan, IRGC pada tanggal 13 April menargetkan wilayah pendudukan Zionis  Israel dengan rentetan drone dan rudal. Tingkat kerusakan yang terjadi di pangkalan militer Zionis Israel di seluruh wilayah pendudukan masih belum diketahui secara pasti.

Setelah pembalasan tersebut, Iran memperingatkan Zionis Israel agar tidak mengambil tindakan pembalasan apa pun dan juga mendesak AS untuk berusaha tidak melibatkan diri dalam konflik tersebut dan memberi isyarat bahwa mereka memandang masalah tersebut sudah “selesai.”

“Jika rezim Zionis atau pendukungnya menunjukkan perilaku sembrono, mereka akan menerima tanggapan yang tegas dan lebih kuat,” kata Presiden Iran Ebrahim Raisi dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (14/4)

Peringatan serupa dikeluarkan oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Mohammad Baqeri, yang mengatakan bahwa respons “jauh lebih besar” menanti Zionis srael “jika mereka melakukan pembalasan terhadap Iran.”

Baqeri juga memperingatkan AS bahwa dukungan apa pun terhadap pembalasan Zionis Israel akan mengakibatkan pangkalan-pangkalannya menjadi sasaran Iran.

Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami juga memperingatkan bahwa Tehran akan membalas setiap serangan Israel terhadap kepentingan, pejabat, atau warga negaranya.

“Mulai sekarang, setiap kali Israel menyerang kepentingan, aset, tokoh, warga negara Iran pada titik mana pun, kami akan menyerang dari Iran,” katanya.

Sementara itu, misi tetap Iran untuk PBB juga mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (14/4) anggapan Tehran terhadap agresi Zionis Israel adalah “pertahanan yang sah” sesuai dengan piagam PBB, dan memperingatkan AS untuk “menjauhi” masalah tersebut.[IT/r]
Comment