0
Sunday 8 December 2019 - 11:43
AS dan Gejolak Irak:

Anggota Parlemen Irak Kecam Daftar Hitam Anti-terorisme AS

Story Code : 831438
Iraq Parliament.jpg
Iraq Parliament.jpg
Situs web Baghdad al-Youm di Irak melaporkan bahwa para anggota parlemen Irak telah mengecam langkah Jumat (6/12) Washington untuk menjatuhkan sanksi yang menargetkan para pemimpin kelompok Asaib Ahl al-Haq dan Kelompok Hezbollah di Irak yang beroperasi sebagai bagian dari Unit Mobilisasi Populer di negara itu.

Blok Hikma dari parlemen Irak, dipimpin oleh ulama Irak Ammar al-Hakim, mengeluarkan pernyataan yang mengutuk tindakan itu sebagai contoh "campur tangan terang-terangan dalam urusan Irak."
"Kami menganggap langkah-langkah ini sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Irak," bunyi pernyataan itu.

Mohammad al-Rabiei, juru bicara blok parlemen al-Sadiqoun yang berafiliasi dengan gerakan Irak Asa'ib Ahl al-Haq, mengecam tindakan itu sebagai tidak sah dan tidak berguna.

"Matilah karena Anda marah [terhadap kami], karena kami memimpin perlawanan terhadap pendudukan, terorisme Takfiri, separatisme, dan ambisi," katanya, seraya menambahkan bahwa kelompoknya berdiri "menentang rencana hegemonik AS".

Juga pada hari Jumat (6/12), televisi Irak al-Sumeria melaporkan bahwa Salih Mohammed al-Irak, seorang tokoh yang berafiliasi dengan ulama Irak Muqtada al-Sadr, mengatakan bahwa sebuah pesawat tak berawak menghantam lingkungan al-Hannanah, tempat kediaman Sadr di kota Najaf.

Laporan itu tidak menjelaskan lebih lanjut tentang sumber serangan atau kemungkinan korban.

Serangan terjadi ketika laporan menuduh bahwa pasukan AS dan drone yang dioperasikan Zionis Israel telah menargetkan pasukan Irak, khususnya pasukan PMU Irak, dalam berbagai kesempatan.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment