0
Tuesday 12 October 2021 - 02:35
Turki dan Gejolak Suriah:

Erdogan Sebut Turki 'Muak dan Lelah' dengan 'Serangan Teroris' di Suriah, Akan 'Hilangkan Ancaman'

Story Code : 958237
Erdogan Sebut Turki
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membahas situasi di Suriah pada hari Senin, memperingatkan bahwa negaranya akan membalas menyusul laporan bahwa dua petugas polisi Turki tewas dalam baku tembak dengan milisi Kurdi.
 
"Kami sudah kehabisan kesabaran", katanya, seperti dikutip dari Harian Sabah.
 
"Turki bertekad akan menghilangkan ancaman yang timbul dari Suriah utara, baik bersama dengan pasukan yang aktif di sana, atau dengan cara kami sendiri".
 
Pemerintah Turki telah memerangi Partai Pekerja Kurdistan (PKK) sejak awal 1980-an.
 
Ankara mencap kelompok itu sebagai organisasi teroris, sementara PKK telah berjuang untuk pembentukan negara Kurdi yang merdeka.
 
Kedua belah pihak menandatangani perjanjian gencatan senjata pada 2013, tetapi perjanjian itu runtuh hanya dua tahun kemudian menyusul beberapa serangan teror yang dilaporkan dilakukan oleh militan PKK.
 
Secara total, Ankara telah melakukan tiga operasi besar di Suriah: Operasi Perisai Eufrat (2016-2017), Operasi Ranting Zaitun (2018), dan Operasi Mata Air Perdamaian (2019).
 
Selama serangan itu, militer Turki dan pejuang pro-Turki memasuki Suriah utara dan wilayah pendudukan, berperang melawan milisi Kurdi dan, dalam beberapa kasus, melawan Tentara Arab Suriah.[IT/r]
 
Comment